Polnep Peduli Bencana Nasional Covid-19

BANTUAN: Direktur Polnep Toasin Asha menyerahkan bantuan terkait pandemi Covid-19 kepada Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kemarin. IST

Bantu Tangki CTPS, Hazmat Suit, Hand Sanitizer, dan Face Shield

PONTIANAK—Politeknik Negeri Pontianak menjalankan komitmen kepedulian atas bencana nasional pandemi Covid-19. Terkait komitmen tersebut, Polnep menyerahkan bantuan, berupa tangki air untuk cuci tangan pakai sabun, hazmat suit (APD), hand sanitizer, dan face shield.

Bantuan diserahkan Direktur Polnep M Toasin Asha bersama jajaran kepada RSUD dr Soedarso Pontianak, RS Untan, RS Tk.II Kartika Husada, masjid, puskesmas, dan Pemerintah Kota Pontianak pada 14-15 April 2020. Bantuan kepada pemkot langsung diterima Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu (15/4).

“Bantuan kami serahkan kepada wali kota, untuk selajutnya beliau dan satgas yang menentukan penyebarannya di Pontianak, termasuk untuk puskesmas dan RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie,” kata Toasin, kemarin.
Bantuan pun langsung didistribusikan Satgas Kota Pontianak. “Tadi saya dapat info dari Satgas kota, tangki air CTPS telah dimanfaatkan warga rusunawa di Kota Baru. Menurut satgas, lokasi penyebaran sudah sesuai arahan wali kota. Tentunya kami bersyukur, bantuan ini dapat langsung dimanfaatkan warga Pontianak,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai institusi pendidikan milik negara, sudah seharusnya Polnep ikut berperan serta dalam kepedulian pandemi Covid-19. “Kebetulan bantuan yang kami serahkan ini dapat kami produksi sendiri. Semoga ini dapat membantu kerja pemerintah daerah dan tenaga kesehatan. Alhamdulillah, kami bisa bertemu pak wali kota dan menyerahkan langsung,” katanya.

Ia berharap, seluruh masyarakat Kalimantan Barat dapat bersama-sama menjaga kedisiplinan, menjalankan imbauan dari pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Apalagi melalui permodelan kurva yang telah dilakukan pandemi ini belum mencapai puncaknya.

“Kita bersama harus lebih disiplin menjalankan imbauan pemerintah. Jangan sampai Kalbar masuk zona merah atau harus PPSB, sehingga aktivitas ekonomi masih dapat berjalan. Alhamdulillah, saya juga melihat cukup banyak bantuan langsung dari masyarakat kepada yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Sementara terkait proses perkuliahan, Polnep telah menerapkan kuliah daring dari Maret, selama dua minggu. Setelah itu, mahasiswa masuk masa libur puasa. “Kalander akademik kami geser, biasanya di bulan puasa, mahasiswa kami liburkan. Sehingga tidak menggangu jadwal perkuliahan. Semoga setelah lebaran kondisi kembali normal. Mahasiswa bisa masuk untuk materi praktikum yang tidak mungkin daring. Tetapi jika kondisi masih tidak memungkinkan, kami usahakan opsi lain,” tutupnya. (r/ser)

loading...