Polres Bengkayang Selidiki Temuan Mayat

OLAH TKP: Aparat Polres Bengkayang saat melakukan olah kejadian tempat perkara penemuan mayat di bawah tower telekomunikasi di Teluk Suak, Karimunting, Bengkayang. Istimewa

Polisi masih menyelidiki terkait penemuan sesosok mayat yang diduga mayat laki laki di bawah tower di Dusun Teluk Suak RT. 01 / RW. 04 Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya pada 14 Januari 2020 lalu. “Kita sudah olah tempat kejadian perkara. Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Kapolres Bengkayang melalui Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Michael Terry Hendrata kepada koran ini, Rabu (15/1).

Saat ditemukan, kata Kasat, belum diketahui siapa karena tidak adanya tanda pengenal pada mayat.  Dari keterengan saksi, Djamali yang menemukan mayat, seorang teknisi tower mengatakan saat kejadian penemuan pukul 08.50 wib pada saat itu Djamali akan mengambil perangkat rectifier di id bek 010 Teluk Suak. “Saksi mencium bau busuk dan kemudian mencari asal bau tersebut serta ditemukan ada sesosok mayat yang diduga laki-laki di bawah tower dalam keadaan telentang dengan kaki terlipat dan kepala putus,” ujar Kasat.

Setelah melihat mayat tersebut saksi ini langsung kembali ke rumah dan kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui telepon kepada Anggota Polres Bengkayang Bripka Ivan. Usai mendapatkan laporan, polisi langsung mendatangi lokasi penemuan mayat. Kepolisian menduga korban telah meninggal lebih kurang seminggu, dimana daging sebagian telah dimakan belatung.

Kasat Reskrim Polres Bengkayarng memimpin sendiri olah tempat kejadian perkara. Dari olah TKP tersebut, polisi menemikan fakta bahwa mayat ditemukan dengan posisi telentang kaki terlipat kebelakang. Selain itu, polisi menemukan tali kabel terikat di besi tower tepat di atas posisi mayat.

Saat itu, kata Kasat, mayat menggunakan sweater panjang warna biru, celana jeans warna hitam, dan penutup kepala/topi warna biru bertuliskan SUPRA dengan sepatu warna coklat.  Sewaktu olah tempat kejadian, kondisi mayat, kepala dan badan dengan kondisi tinggal tulang,dengan sisa daging yang sudah berwarna cokelat kehitaman, dan bagian kaki masih menggunakan celana jeans. Kondisi mayat tidak bisa untuk dilakukan identifikasi dikarenakan kondisi mayat sudah hancur (tidak terbaca data dari alat Handle unit ident) dan belum di ketahui jenis kelamin dari mayat.

Read Previous

Tantangan Dua Menara Kembar

Read Next

Dorong Percepatan Pembangunan Kelistrikan