Tiga Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Polres Bongkar Praktik TPPO di Batang Tarang

TERSANGKA TPPO: Tiga tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak Sanggau sebagai korbannya, digiring ke Mapolres Sanggau dalam kegiatan ekspose perkara, Rabu (21/7) kemarin. SUGENG/PONTIANAK POST

SANGGAU – Kepolisian Resor (Polres) Sanggau mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak berusia 15 tahun sebagai korbannya. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan kasus yang terjadi di Batang Tarang tersebut. Akibat perbuatannya, para pelaku terancam penjara maksimal 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Tri Prasetyo mengatakan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan ibu kandung korban. Sementara itu, ada tiga tersangka yang mereka amankan, masing-masing berinisial MU, warga Sungai Raya; serta NU dan UR, keduanya warga Sambas. Mengenai peran, MU, dijelaskan dia, merupakan penampung korban yang berdomisili di Kota Pontianak. Kemudian, dia menambahkan, NU sebagai pengantar korban dari Kota Pontianak ke Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas; dan UR sebagai pengantar ke batas negara di Aruk, Kabupaten Sambas.

Terkait kronologis, Tri menuturkan bahwa pada Kamis (27/5) lalu, datang seorang perempuan bernama Erlina yang merupakan ibu kandung korban, ke Polsek Batang Tarang. Kepada kepolisian, wanita tersebut membuat laporan pengaduan pengancaman yang dilakukan oleh seorang warga Negara Malaysia terhadap anaknya. Kemudian, dari laporan tersebut terungkap bahwa akan terjadi negosiasi terhadap pemulangan korban.

Melalui KJRI di Malaysia, pada Selasa (15/6) sekira pukul 10.00 WIB, korban yang masih anak-anak tersebut, menurut dia, berhasil dipulangkan melalui Satgas Gugus Pemulangan TKI BP2MI Entikong di PLBN Entikong. Kemudian, mereka melakukan penyidikan mendalam terhadap korban serta didapati informasi bagaimana proses berangkat dari Indonesia ke Malaysia hingga kembali lagi ke Indonesia. Mereka juga membongkar kejadian-kejadian yang menimpa korban selama berada di Malaysia.

Berdasarkan hasil penyidikan, Satreskrim Polres Sanggau pun melakukan penangkapan terhadap tersangka MU. Dari hasil pengembangan, mereka lakukan penangkapan terhadap dua tersangka lainnya yakni NU dan UR.

Mengenai sejumlah barang terkait kejahatan, dari tersangka MU mereka menyita minibus KB 1184 GF, handphone, serta uang tunai rupiah sejumlah Rp3,6 juta. Kemudian mereka juga menyita uang tunai Ringgit Malaysia sebanyak tiga lembar pecahan RM100 dan sebelas lembar pecahan RM50. Dari tersangka NU, polisi menyita minibus KB 1565 MG dan handphone. Sedangkan dari tersangka UR mereka menyita minibus KB 1813 CM dan handphone.

Akibat perbuatannya, para pelaku mereka sangkakan dengan pasal 83 juncto pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta pasal 10 juncto pasal 6 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (sgg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!