Polres Perketat Perbatasan Sekadau

PEMERIKSAAN: Jajaran Unit Satlantas Polres Sekadau saat melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintasi perbatasan Kabupaten Sekadau, kemarin. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Sela Operasi Ketupat Kapuas 2020

SEKADAU – Polres Sekadau mendirikan setidaknya empat posko di beberapa kecamatan di Kabupaten Sekadau dalam rangka memperketat pengawasan seiring berjalannya Operasi Ketupat Kapuas 2020. Keempat posko tersebut terdiri dari satu pos pelayanan di Pos Polantas, dua pos pengamanan di Pos Sungai Kunyit, serta pos pol yang terletak di simpang empat Kayu Lapis.

Terkait pendirian posko tersebut, Kapolres Sekadau melalui Kasat Lantas, AKP Laelan, menyebut pendirian posko tersebut sudah direncanakan sejak awal guna memantau berbagai lokasi perbatasan keluar masuk Sekadau. Posko-posko berdiri sejak sepekan yang lalu seiring dimulainya kegiatan Operasi Ketupat Kapuas 2020 pada 24 April.

“Dalam hal ini kita fokus untuk memantau setiap kendaraan yang keluar maupun masuk ke wilayah Sekadau. Mengingat saat ini Sekadau sendiri tengah berada di status siaga darurat Covid-19, maka untuk jalur perbatasan kita perketat penjagaannya,” ujar Laelan, Senin (11/5).

Di samping itu, Laelan juga mengungkapkan bahwa saat ini polres bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sekadau telah mengambil langkah-langkat konkret, dalam melakukan antisipasi penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan memperketat wilayah perbatasan dengan mendirikan dua pos cek poin perbatasan.

“Dua posko tersebut terletak di perbatasan antara Sekadau dengan Sintang dan juga di perbatasan Sekadau dengan Sanggau,” ujarnya.

Laelan menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Kapuas sendiri dilangsungkan untuk pengamanan selama Ramadan. Menjelang Idulfitri 1441 Hijriah, pihaknya mengawasi lalu lintas, terutama untuk memantau arus mudik di  pos cek poin pengawasan Covid-19 yang telah dibangun.

Dia melanjutkan, dalam pelaksanaan tugasnya, personel Ops Ketupat Kapuas memberikan imbauan kepada warga agar jangan mudik keluar dari Kabupaten Sekadau. Selain itu, pihaknya juga mengecek suhu tubuh pengendara/penumpang kendaraan yang melintas, serta memastikan warga menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Hal ini tentu dilakukan untuk mengikuti anjuran yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah, terutama dalam memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19), agar tidak menyebar di wilayah Sekadau,” ungkap Laelan.

Di sisi lain, pihaknya juga membagikan buku Millenial Safety To Zero Accident kepada setiap pengendara, dalam rangka mengampanyekan keselamatan berlalulintas kepada setiap masyarakat.

Ia meminta masyarakat yang ingin mudik dari wilayah Kabupaten Sekadau atau sebaliknya, untuk sementara mengurungkan niat tersebut. “Ramadan di tahun ini lebih baik kita di rumah saja, untuk keselamatan diri kita sendiri dan keluarga serta orang lain. Mari kita patuhi imbauan pemerintah. Jangan sampai kita tertular atau menularkan Covid-19,” imbaunya. (sig)

error: Content is protected !!