POMG SDIT Al Mumtaz Ajak Hindarkan Anak dari Bahaya Pornografi dan LGBT

Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) SD IT Al Mumtaz Pontianak menggelar Seminar Parenting “Menumbuhkan Imunitas Anak dari Bahaya Pornografi dan LGBT”, di Orchardz Hotel A. Yani, Jalan Perdana Nomor 8 Pontianak, Sabtu (14/9).

POMG SDIT Al Mumtaz sangat peduli untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya pornografi dan LGBT seiring dengan perkembangan teknologi serta informasi dewasa ini.

Kemajuan teknologi di era revolusi industri 4.0 sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya kalangan remaja. Selain memberikan dampak positif, kemajuan teknologi juga bisa berdampak negatif kalau disalahgunakan oleh penggunanya. Kemajuan pesat teknologi dapat menghadirkan perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia, termasuklah terjadi pergeseran nilai dan moral. Salah satunya adalah yang diakibatkan tontonan yang mengandung konten pornografi, yang bisa diakses dengan mudah oleh pengguna internet.

Karena itu, POMG SDIT Al Mumtaz merasa penting untuk menumbuhkan imunitas bagi anak-anak terhadap bahaya pengaruh pornografi dan LGBT.

Ketua POMG SDIT Al Mumtaz Pontianak Chlora Apriyanti berharap terjalin sinergi di segala lini, termasuk orang tua dan sekolah, dalam upaya menciptakan imunitas bagi anak-anak terhadap pengaruh negatif perkembangan teknologi dan informasi.

Chlora menegaskan, upaya membendung pengaruh pornografi dan LGBT terhadap anak-anak tidak bisa dilakukan parsial, melainkan dengan sinergi yang kuat oleh para stakeholder. Termasuklah dalam penerapan pendidikan yang dilakukan di SDIT Al Mumtaz. “Apalagi, pornografi dan LGBT ini sudah menjadi isu global,” tutur Chlora.

Dia tidak menampik bahwa sebagian orang tua menganggap pornografi dan LGBT sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan termasuk kepada buah hati. Chlora berharap, seminar ini dapat menjadi pencerahan bagi orang tua untuk tidak tabu menjelaskan pada buah hati atas persoalan tersebut.

Konselor dan Founder Peduli Sahabat asal Magelang, Sinyo Egie yang menjadi narasumber menyampaikan dua sesi pembahasan dalam seminar parenting. Yakni , pemahaman mengenai LGBT, dan bahaya pornografi melalui internet.

Sinyo menjelaskan, LGBT tidak hanya tumbuh karena belajar dan melihat lingkungan, tetapi juga peran orang tua. Menurut Sinyo, mungkin saja dalam mendidik anak yang bertindak hanya ibu sehingga anak laki-laki terkesan lebih feminimise. Tidak menutup kemungkinan orientasi seksual anak jadi menyimpang.

Sisi lain, Sinyo mengatakan sejatinya teknologi bersifat netral, dan tergantung pada penggunanya. Sayangnya, zaman sekarang konten yang berkaitan dengan pornografi sangat mudah diakses oleh anak-anak. Tidak hanya berupa gambar, tetapi juga video yang semuanya gratis. “Ada yang menampilkan sesama jenis, ada juga yang lawan jenis,” ujarnya.

Sinyo pun memberikan berbagai masukan untuk mengantisipasi dan menumbuhkan imunitas bagi anak terhadap pengaruh pornografi dan LGBT.

Sinyo menjelaskan, kalau orang tua berperan sebagai sahabat terbaik, maka dapat menghindarkan anak dari bahaya pornografi dan LGBT. Komunikasi yang terjadi antara orang tua dan anak juga harus sehat, jujur, terbuka dan tidak vulgar.

Sinyo menambahkan, orang tua harus menghindari sikap memutus komunikasi dengan anak-anak. Menurut Sinyo, sering kali saat anak mengajak orang tua berbicara, baik ayah maupun ibu, tidak melihat wajah buah hati tercintanya. Secara tidak langsung, kata dia, hal ini membuat orang tua seakan memutus komunikasi antara dirinya dan anak.

Terakhir, lanjut Sinyo, orang tua harus mempererat hubungan dengan anak. “Cobalah untuk saling memahami,” jelas Sinyo.

Dia yakin jika orang tua menerapkan hal-hal ini pada anak, maka ayah maupun ibu tidak perlu takut anak-anak akan terpengaruh pada perkembangan zaman yang ada.

Seminar parenting ini merupakan agenda tahunan POMG SDIT Al Mumtaz. Seminar dihadiri sekitar 380 peserta, terdiri dari guru, orang tua murid dan umum. (ghe)

loading...