Pontianak Darurat Prostitusi Anak

Ilustrasi

PONTIANAK – Menyandang status kota layak anak, ternyata tidak membuat Kota Pontianak terbebas dari masalah. Kasus perdagangan orang atau prostitusi anak secara online misalnya, semakin marak terjadi di kota ini.

Dari catatan kepolisian, sepanjang Juli 2020, lima kasus prostitusi anak berhasil diungkap. Delapan orang mucikari terdiri dari empat orang dewasa dan empat orang anak dan seorang pengguna jasa atau pria hidung belang ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Masih dari data polisi, dari lima kasus tersebut lima anak diketahui menjadi korban perdagangan.

Bahkan yang terbaru pada Agustus ini, polisi mengamankan sebanyak 20 orang yang terdiri dari dewasa dan anak terindikasi menjajakan diri. Ironis.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin, mengungkapkan, sepanjang Juli lalu pihaknya telah mengungkap lima kasus prostitusi online atau yang melibatkan anak.

Menurut dia, pengungkapan tersebut adalah salah satu langkah awal penegakan hukum. Dan kedepan akan ditindaklanjuti dengan tindakan preemtif, preventif serta rehabilitasi dengan melibatkan pemerintah.

“Dari lima kasus itu delapan orang terdiri empat dewasa dan empat anak-anak telah ditetapkan dan satu orang pengguna jasa sebagai tersangka. Dari kasus itu ada lima anak yang menjadi korban,” ungkap Komarudin. (adg)

loading...