Pontianak Post Siapkan Program Bagi Siswa

PENGHARGAAN. Penyerahan penghargaan dari Pontianak Post kepada Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi dan para penulis di Kabupaten Sanggau.FOTO IZAR/KOMINFO

Fasilitasi Peluncuran Buku Guru-guru Sanggau

SANGGAU – Perkembangan dunia literasi dalam aspek menulis begitu pesat dalam beberapa tahun belakangan baik lokal maupun nasional termasuk di Kabupaten Sanggau. Memajukan literasi merupakan kewajiban bersama bagi kehidupan di masa mendatang. Kondisi ini turut diamini Bupati Sanggau yang hadir di acara launching buku berjudul Integrasi, Selasa (10/9) di Mapolres Sanggau.

Kepala Biro Sanggau, Harian Pontianak Post, Sugeng Rohadi menyampaikan meskipun belum mampu menyaingi ketergantungan pada internet, namun semangat yang dimunculkan oleh guru-guru di Sanggau semakin menguatkan keyakinan bahwa karya-karya literasi akan terus bermunculan di masa yang akan datang.

“Bermunculannya buku-buku lokal dari penulis di Kabupaten Sanggau merupakan kemajuan yang patut diapresiasi. Meski belum begitu banyak yang mau secara inten menggelutinya, paling tidak, dalam lingkup yang lebih kecil dapat dirasakan manfaatnya terutama bagi literasi daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, harus diakui bahwa membangun literasi daerah terutama dalam aspek membaca dan menulis masih sangat rendah. Oleh sebab itu, strategi yang dilakukan harus melihat sejauhmana efektivitas yang dapat dilakukan.

“Dalam konteks yang sederhana, mungkin terlalu sedikit orang di daerah yang memiliki kemampuan untuk membuat karya berupa buku dengan genre apapun. Apabila dipaksakan kepada jumlah yang sedikit ini, tidak akan mampu memenuhi kebutuhan literasi yang sangat besar,” katanya.

“Kondisi ini menghendaki munculnya orang-orang yang mau, baik secara pribadi maupun kelompok mewakafkan potensi dan kompetensinya untuk membangun literasi daerah. Dengan adanya kemauan, secara perlahan, gerakan-gerakan membangun literasi dapat diwujudkan meskipun terkadang dengan keterbatasan waktu, tenaga dan juga biaya,” terangnya.

Itu sebabnya, kata dia, kehadiran buku-buku lokal sangat penting dalam rangka mendukung sekaligus memberi bukti bahwa daya jelajah masyarakat di Sanggau sudah baik atau belum. Apakah membaca sudah menjadi budaya yang kemudian melahirkan karya-karya sebagai manifestasi pengetahuan dari membaca sebelumnya.

Launching buku berjudul Integrasi ini merupakan usaha memupuk penghargaan bagi para penulis yang sudah berani muncul ke permukaan. “Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menghargai karya-karya anak bangsa,” tegasnya.

Buku tersebut menggambarkan bagaimana hubungan belajar antara guru dan murid yang disajikan dengan cara bercerita. Suka dan duka mengenai kegiatan pembelajaran, bagaimana menghadapi anak-anak didik dan yang terpenting adalah bagaimana hubungan ini punya timbal balik yang sepadan yakni siswa dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari sosok guru sedangkan gurunya mampu mengambil nilai-nilai dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Sehingga proses belajar sepanjang hayat tetap dapat dijalankan dengan seksama.

“Nanti di Oktober 2019, kami akan kembali menggulirkan program Gerakan Siswa Menulis Buku hingga lima tahun kedepan. Harapannya, setelah guru-guru mampu membuat karya, siswanya juga harus bisa mengikuti jejak gurunya yang tak lain sebagai panutannya,” ungkapnya.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pontianak Post yang telah memfasilitasi peluncuran buku tersebut. Dia juga menyayangkan di zaman yang serba teknologi ini para peminat pembaca buku sudah semakin berkurang yang mana saat ini sudah mengandalkan internet.

“Saya ucapkan selamat kepada bapak dan ibu guru yang sudah menulis dan menerbitkan buku ini. Begitu juga dengan Pontianak Post yang sedari awal telah memfasilitasi guru-guru Sanggau dalam membuat karya,” katanya.

Kedepan dirinya berharap para guru ini masih mau terus merencanakan penulisan buku berikutnya. Pemda Sanggau tentu mendukung hal positif seperti ini. “Saat ini kami sedang membangun perputakaan, tentunya sangat disayangkan jika isinya semua dari luar, saya berharap dari penulis-penulis Sanggau juga ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi sangat mengapresiasi kegiatan yang juga turut melibatkan instansi yang dipimpinnya. Bagaimana guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Belajar dapat menciptakan sebuah karya berbentuk buku sebagai bagian dari melestarikan literasi daerah.

“Saya ucapkan selamat kepada penulis yang pada hari ini bukunya diluncurkan. Saya sangat senang dan memberikan apresiasi kepada bapak dan ibu guru yang sudah menciptakan buku ini, ternyata Sanggau punya juga penulis-penulis hebat. Saya ucapkan juga terima kasih kepada Pontianak Post, khususnya Kantor Biro Sanggau yang sudah mendukung proses pembuatannya,” ujarnya.

“Mengingat yang hadir di sini adalah guru-guru pahlawan pendidikan, saya ingin berpesan kepada bapak ibu guru untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak generasi penerus bangsa sehingga semua anak-anak kita bisa menjadi anak-anak yang berprestasi dan bisa mencintai NKRI. Saat ini dengan perkembangan zaman kita tahu banyak sekali anak-anak kita terpengaruh dengan budaya-budaya luar tentu banyak sekali yang memberikan dampak negative kepada  mereka. Maka dari itu saya ingin sekali anak-anak kita itu menjadi benar-benar Indonesia, bukan yang kebarat-baratan, tetapi benar-benar Indonesia,” terangnya. (*)

Read Previous

Salah Satu Malam Terhebat Nadal

Read Next

Pelatihan Teknis Administrasi Berbasis IT

Tinggalkan Balasan

Most Popular