Pontianak Selatan jadi Jawara

hut pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama istri berfoto bersama pemenang kostum terbaik.

Sepuluh Tim Warnai Festival Arakan Pengantin 2019

PONTIANAK – Sebanyak sepuluh pasang pengantin sukses membuat dewan juri maupun penonton berdecak kagum saat gelaran lomba Festtival Arakan Pengantin 2019, Minggu (6/10) pagi. Sepuluh pasang pengantin tersebut berasal dari enam kecamatan di Pontianak, tiga instansi, serta satu tim perwakilan dari Kabupaten Sintang.

hut pontianak
Kelompok tanjidor unjuk kebolehan mendendangkan lagu.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Festival Arakan Pengantin sudah masuk dalam warisan budaya tak benda yang diselenggarakan rutin tiap tahun dalam rangka memperingati hari jadi Kota Pontianak. Di sisi lain, Edi menyatakan, digelarnya Festival Arakan Pengantin Melayu bisa dijadikan sebagai salah satu upaya mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Pontianak.

“Selain mengandung nilai-nilai budayanya sendiri, penciptaan kostum, desain dan lain-lain menjadi kreasi dan inovasi baru. Kita juga bisa lihat ada hal pakem yang harus kita pertahankan di sini,” kata Edi kepada Pontianak Post.

hut pontianak
Yanieta Arbiastutie Kamtono menyerahkan hadiah kepada pemenang.

Edi berharap agar event arakan pengantin, yang saat ini dinilainya sudah terorganisir dengan baik, bisa terus dikembangkan. Sehingga, kata dia, hal itu dapat menjadi dokumentasi tersendiri bagi warga, khususnya di Pontianak untuk dijadikan acuan model dalam setiap kegiatan pernikahan.

“Tentunya ini bisa menjadi salah satu role model bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan pernikahan. Misalnya ini adat melayu Pontianak bisa ditiru seperti ini, baik itu hantaran maupun variasinya. Budaya inikan tidak sekadar seremonial, tapi menjadi nilai positif bagi perkembangan ekonomi kreatif,” sambungnya.

hut pontianak
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama tamu undangan menari diiringi musik tanjidor

Sementara itu, selaku perwakilan pemenang lomba festival arakan pengantin 2019, Camat Pontianak Selatan, Fursani mengatakan, hasil ini merupakan hasil yang pantas diapatkan mengingat perjuangan dan persiapan yang dilakukan oleh timnya benar-benar dilakukan secara maksimal.

“Ini hasil yang sangat bagus, karena kita juga sudah maksimal untuk mengikuti ajang ini (arakan pengantin). Mulai dari persiapan hingga memenuhi pakem-pakem untuk menampilkan budaya melayu hingga berbagai hal yang dibutuhkan. Baik dari hantarannya, pengantinnya, serta semua semua perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan,” ungkap dia.

hut pontianak
Peserta arakan pengantin memberikan seserahan kepada Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Dia membeberkan bahwa tim yang diterjunkan untuk mengikuti festival arakan pengantin 2019 ini tergolong banyak yang masih baru dan masih tergolong muda. Maka dari itu, salah satu kunci sekaligus langkah yang dilakukan adalah dengan belajar banyak hal kepada sesepuh-sesepuh yang paham dengan adat istiadat dan budaya melayu, serta tentunya sudah berpengalaman dalam ajang festival arakan pengantin ini.

“Terlebih syaratnya juga cukup banyak ya di lomba ini. Seperti tidak boleh menggunakan atribut replika binatang dan sebagainya. Nah itu yang perlu kita dalami dan dipelajari dengan yang sudah berpengalaman dan alhamudillah semuanya sesuai dengan apa yang kita harapkan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti perlombaan ini, dirinya dan rekan-rekan satu tim sudah memasang target untuk menjadi yang terbaik. Hal itu ditegaskannya melihat persiapan dan usaha-usaha yang dilakukan secara maksimal. “Jujur kita sudah semaksimal mungkin kali ini untuk mengejar yang terbaik. Sebelumnya, kita juga sempat menempati posisi the best sebanyak dua kali, tapi untuk tempat juara 1 ini baru raihan pertama. Dan tentunya kami sangat puas,” timpalnya.

Ke depan, dia berharap agar festival arakan pengantin ini bisa diadakan lebih meriah lagi. Kalau bisa, tambahnya setiap Kabupaten maupun Kota yang ada di seluruh Kalbar juga mengikuti lomba ini. Itu bertujuan agar kegiatan yang diadakan dapat berlangsung lebih meriah lagi, teutama agar pemerintah Kota Pontianak dicap serius dalam menangani persoalan menjaga adat dan budaya yang ada di Kalbar sendiri. (Sig)

Read Previous

Ayo Kembali, Kita Semua Saudara Seumur Semati

Read Next

Pentingnya Psikotes bagi Perusahaan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *