Pontianak Terbelenggu Prostitusi Anak (-3-); Perlu Ketegasan Aparat dan Pengelola Hotel dan Kost

Foto Ilustrasi Jawa Pos

Prostitusi anak kian marak di Kota Pontianak mendapat perhatian Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalimantan Barat. Ketua LPA Hoesnan, mengatakan kondisinya sudah sangat mengkhwatirkan. Mirisnya prostitusi tersebut tidak hanya melibatkan pelajar sekolah menengah atas (SMA).  Tetapi sebagian melibatkan pelajar sekolah menengah pertama (SMP).

========

MENURUT Hoesnan, kasus prostitusi anak tersebut tidak boleh dianggap sepele, Perlu tindakan cepat semua pihak, untuk melakukan berbagai upaya agar anak-anak di kota ini tidak semangkin Hancur.

Dia menerangkan, diperlukan pengawasan super dari orangtua dan masyarakat terhadap anak dalam pergaulannya sehari-hari.

Hoesnan menyatakan, bahwa saat ini diperlukan kebijakan dan ketegasan pemerintah untuk membuat aturan (regulasi) yang dapat membatasi dan tentunya tidak hanya melarang anak melakukan aktifitas di hotel dan tempat hiburan tanpa pengawasan langsung dari orangtua. Tetapi juga memberikan sanksi  sampai pada pencabutan izin bagi hotel dan tempat hiburan yang melakukan pembiaran.

Menurut Hoesnan, penting juga bagi pemerintah untuk memberlakukan jam malam khusus anak-anak. Menjaring mereka yang beraktifitas di luar, di hotel, indekos atau tempat hiburan tanpa ada pengawasan dari orangtua.

Sementara itu, lanjut dia, dari sisi penegakan hukum terkesan setengah hati menjadi salah satu faktor prostitusi anak terus berkembang dari waktu kewaktu. Harusnya penegak hukum terus berupaya membongkar sindikat prostitusi anak dengan tidak hanya menjaring anak yang menjadi korban atau pelaku. Tetapi juga menangkap para hidung belang yang memanfaatkan anak untuk memuaskan birahinya.

“Usut tintas dan tangkap jaringan Narkoba yang terindikasi menjadikan anak-anak juga sebagai konsumen mereka. Saat harus diakui dengan kondisi seperti ini, Kota Pontianak sudah darurat prostitusi anak,” pungkasnya.(adg)

error: Content is protected !!