Pontren dan Empat Rumah Disapu Puting Beliung

puting beliung
Bangunan pesantren di Desa Sungai Nipah rusak parah diterjang puting beliung

MEMPAWAH– Musibah angin puting beliung menerjang wilayah pesisir Kabupaten Mempawah, Rabu (23/10) sekitar pukul 15.30 WIB. Sedikitnya empat rumah dan satu pesantren di Desa Jungkat dan Desa Sungai Nipah porak poranda diterjang angin puting beliung. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik membenarkan kejadian itu. Kapolres mengungkapkan, tiga rumah yang menjadi korban amukan puting beliung berada di Jalan Parit Kebayan dan Jalan Ampera Jalur II, Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah.

“Ada dua rumah warga di Jalan Paret Kebayan yakni milik Rusli dan Sukarno. Serta, satu rumah di Jalan Ampera Jalur 2 milik Wahid,” ungkap Kapolres.

Dalam musibah itu, Kapolres menyebut, seluruh bangunan tempat tinggal korban mengalami kerusakan pada bagian atap. Sapuan angin puting beliung menyebabkan bagian atap terbang dibawa angin.

“Semua bangunan rumah korban hilang atapnya karena terbang dibawa angin kencang. Kalau bangunan dinding dan lainnya tidak mengalami kerusakan parah,” sebut Kapolres.

Ditanya korban jiwa, Kapolres memastikan seluruh masyarakat korban puting beliung di Desa Jungkat dalam kondisi selamat. Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum mendapatkan laporan adanya korban luka dalam insiden tersebut.

“Untuk kerugian materil belum dapat dipastikan. Karena, korban belum menghitung kerugian materilnya. Mereka masih sibuk memperbaiki bagian atap yang rusak dan membersihkan puing-puing reruntuhan atap,” tuturnya.

Kapolres menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Mengingat, perubahan cuaca dari panas menjadi hujan kerap memicu terjadinya angin kencang dan badai yang dapat menimbulkan kerusakan dan mengancam keselamatan.

“Kami menghimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan jiwa ketika menghadapi musibah seperti angin puting beliung. Cari tempat berlindung yang aman untuk diri sendiri dan keluarga,” pesan Kapolres.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, H Hermansyah mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban puting beliung di sejumlah lokasi.

“Memang benar ada musibah puting beliung. Petugas kami masih melakukan pendataan dan mencari informasi terhadap titik-titik yang tersapu angin puting beliung,” aku Hermansyah.

Saat ini, tambah Hermansyah, BPBD Kabupaten Mempawah baru mendapatkan satu lokasi puting beliung di Desa Sungai Nipah. Angin kencang merusak satu rumah warga dan satu bangunan pesantren milik Ustaz Safi’i.

“Kami masih mengumpulkan data korban puting beliung di lokasi lainnya. Jika semua data sudah terkumpul, besok kami akan melakukan survey dilapangan dan mengunjungi korban puting beliung. Secepatnya akan kita salurkan bantuan,” tukasnya.(wah)

loading...