Potensi Hujan Awal Maret

Soetikno

POTENSI hujan diprakirakan terjadi di awal Maret 2021. Diprakirakan intensitas hujan yang terjadi bervariasi mulai intensitas ringan hingga lebat di sebagian kabupaten/kota di Kalbar.  Sementara itu, potensi hujan masih rendah hingga dua hari ke depan. Badan Meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan hingga 28 Februari 2021 sebagian besar wilayah Kalbar masih belum hujan, kecuali di sebagian wilayah Kapuas Hulu.Cuaca masih dominan cerah di sebagian besar wilayah Kalbar. Hal ini dapat meningkatkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat diminta waspadai potensi kabut asap yang dapat ditimbulkan dari karhutla. Soetikno, Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Kalbar mengatakan, diprakirakan mulai 1 hingga 2 Maret 2021 berpotensi terjadi hujan di sebagian wilayah kabupaten/Kota di Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Landak, Bengkayang, Ketapang dan Sambas.

Sedangkan pada 3 hingga 4 Maret 2021 diprakirakan potensi hujan meluas hingga ke sebagian besar wilayah Kalbar. “Hujan yang terjadi ini diprakirakan bisa disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat,” ungkapnya. Diprakirakan intensitas hujan yang terjadi bervariasi mulai intensitas ringan hingga lebat. Adanya potensi hujan ini semoga bisa membantu memadamkan titik api yang sedang terjadi di sebagian wilayah Kalbar.

Masyarakat diimbau untuk tetap tidak melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan karena potensi hujan yang masih belum merata. Berdasarkan pantauan citra radar cuaca 1 hari terakhir menunjukkan kondisi secara umum berawan dan terjadi hujan di sebagian wilayah Kalbar. Pantauan satelit cuaca Kamis pagi (25/2)  menunjukkan adanya pertumbuhan awan penghujan di sebagian wilayah Kab./Kota di Kalimantan Barat.

Prakiraan garis angin pada ketinggian 3.000feet mengindikasikan hari ini terdapat daerah tekanan rendah di Samudera Hindia yang menarik massa udara sehingga menyebabkan berkurangnya potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Kalimantan Barat.  Model potensi hujan mengindikasikan hingga enam hari ke depan masih  berpotensi hujan di wilayah Kalbar cenderung rendah. Pantauan hotspot (titik panas) 24 jam terakhir menunjukkan adanya 96 titik hotspot di wilayah Kalbar. (mrd)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!