Potensi La Nina Meningkat

RAKOR: Kapolres Mempawah bersama Wabup Mempawah memimpin rakoor bencana alam. WAHYU/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH – Mengantisipasi dampak bencana alam di masyarakat, Polres Mempawah menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Mempawah, Senin (9/11) pagi di Rupatama Polres Mempawah. Rakoor dipimpin Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah.

Rakoor turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Danyonif Mek 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, Pasi Ter Dim, Kapten Inf Dwi Harianto, Pasi Intel Yon Zipur 6/Sd, Letda Czi M.Dahir, Pakes Yonkav 12/BC, dr Ckm Jeremia H, OPD Pemkab Mempawah, Polsek beserta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kabupaten Mempawah.

“Rakoor ini dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak bencana alam yang berpotensi mengancam lingkungan masyarakat,” jelas Kapolres, Fauzan.

Kapolres mengungkapkan, saat ini terjadi La Nina yang menerjang sejumlah negara Asia Tenggara. Maka, Kabupaten Mempawah patut mengantisipasi dan meminimalisir potensi bencana alam tersebut.

“Rakoor ini sekaligus untuk pembentukan rencana kontijensi dan membangun kesiap siagaan personel, termasuk kesiapan mengevakuasi korban bencana alam,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengungkapkan pada tahun 2020 ini sejumlah bencana alam terjadi di wilayah Kabupaten Mempawah. Mulai dari banjir, angin kencang hingga longsor.

“Melihat potensi bencana alam yang cukup besar, maka seluruh instansi terkait harus siap siaga untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” ujarnya.

Yang takalah pentingnya, sambung Wabup, OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah mesti siaga untuk melakukan penanggulangan terhadap bencana di masyarakat. Petugas hendaknya siap membantu masyarakat korban bencana alam.

“Harus siap menghadapi dan menanggulangani bencana alam yang terjadi di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Mempawah harus optimal mempersiapkan segala sesuatu untuk membantu korban bencana. Mulai dari bantuan makanan, pakaian hingga menyediakan posko bantuan,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto memastikan pihaknya telah melakukan langkah strategis dalam penanggulangan bencana alam di masyarakat.

“Langkah -langkah yang telah dilakukan pada Mei-September dalam rangka penanganan cepat bencana di masyarakat. Untuk peralatanya sudah cukup lengkap guna persiapan apabila terjadi bencana alam di wilayah ini,” tegasnya melaporkan.

Perwakilan BMKG, Isma Hartandi menjelaskan, La Nina telah berlangsung sejak awal Juli 2020 lalu. Dan hingga November 2020 ini, potensi La Nina terus mengalami peningkatan. Maka, diperlukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana di masyarakat.

“Untuk wilayah Kabupaten Mempawah, La Nina akan kembali normal pada Januari hingga April tahun 2021,” ungkapnya memprediksikan.(wah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!