PPHD Minta Keluarga di Singkawang Tenang

BERIKAN PENGARAHAN: Ketua Petugas dan Pendamping Haji Daerah (PPHD) Kota Singkawang, Sumastro bersama jamaah haji kota Singkawang.IST

Insiden Kecil di Mina

SINGKAWANG – Adanya informasi yang tersebar di media sosial terkait listrik mati, eskalator menuju jamarat mati dan listrik di tenda mati akses jalur menuju ke Mina tempat pelemparan jumrah ditutup akibat dari hujan deras yang mengguyur Mekah Mina, Ketua Petugas dan Pendamping Haji Daerah (PPHD) Kota Singkawang, Sumastro melalui telephone selulernya, Rabu (14/8) kemarin.

Sumastro mengatakan kondisi listrik memang mati sesaat namun sistem antisipasi genset dari pihak Pemerintah Saudi sangat siap menghadapi hal tersebut, sehingga jamaah haji tetap bisa melaksanakan semua rukun haji dengan lancar.

Mastro menjelaskan dengan adanya listrik mati sesaat, sistem antisipasi genset segera diberlakukan dengan cepat. Sehingga jalur melontar baru dibuka mulai jam 00.00 (tengah malam). Penumpukan jamaah di Mina apalagi waktu hari ketiga melontar terakhir memang lebih ramai. Tapi sistem alur pergerakan jamaah sudah baik dibagi dalam 3 floors dan ada sekat barikade per floor. “Tindakan mereka kalau istilah kita adalah rekayasa lalu lintas, karena saya mantan Kepala Dinas Perhubungan jadi tahu strategi ini,” ungkap Mastro.

Mastro berharap agar para keluarga jamaah haji Kota Singkawang tetap tenang, karena sampai saat ini kondisi jamaah haji Kota Singkawang pada umumnya baik dan semua telah selesai melaksanakaan rukun haji dengan lancar.

Mastro juga menjelaskan setelah proses ritual haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina), jemaah kemudian melaksanakan tawaf ifadhah. Sebagian besar jamaah haji Kota Singkawang telah selesai melaksanakan semua rukun haji kecuali jamaah yang perlu pendampingan seperti lansia.

“Lansia dan jamaah yang perlu pendampingan tidak menyegerakan tawaf ifadhah tunggu sampai free shuttle bus tersedia pada 17 agustus kembali beroperasi. H-3 s/s H+3 dari rangkaian ibadah wukuf di arafah dan melontar di Jamarat Mina bus tersebut tidak beroperasi dari hotel ke Haram” kata Mastro.
Lebih lanjut Mastro mengatakan para jamaah yang inisiatif segera tawaf ifadhah maka opsinya adalah jalan kaki atau naik bus bawa 10 SAR atau naik taksi. Bagi jemaah lansia yang perlu ekstra perhatian akan didampingi karu/karom lakukan tawaf ifadak dan sa’i setelah free shuttle bus beroperasi kembali.

Kemudian ketika sampai diharam bagi yg tidak kuat jalan sendiri akan diarahkan gunakan kursi roda atau pakai skuter matic di lantai 3 dengan bayaran sekitar 50 SAR sewa skuter, sedangkan kalau gunakan kursi roda plus petugas. (har)

Read Previous

Program Aplikasi Merpati Layani Sepenuh Hati

Read Next

Hukum Menanti, Jika Terbukti Bakar Lahan dan Hutan

Tinggalkan Balasan

Most Popular