Syarif ; Semua Komponen Masyarakat Harus Bersatu
PPKM Level Empat Untuk Kebaikan Bersama

Syarif Abdullah Alkadrie, Wakil Ketua Komisi V DPR RI

PONTIANAK – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Empat di Kota Pontianak diperpanjang sampai 2 Agustus 2021. Kebijakan tersebut dikeluarkan demi memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 secara massif di daerah dengan status zona merah. Seluruh komponen diminta mendukung meskipun kebijakan tersebut terasa berat.

“Semuanya harus mendukung. Bukan hanyah pemerintah. Seluruh stackholder dari masyarakat, ulama, elit politik, cendikiawan, ustadz, kyia, pastor dan komponen masyarakat mana pun wajib menyatu mendukung PPKM level empat. Bagaimanapun COVID-19 adalah ancaman semua. Bukan hanya saya, saudara (jurnalis), ibu, bapak, kakek, nenek, anak-anak dan teman-teman juga terancam. Makanya kita wajib mendukung langkah pemerintah secara menyeluruh,” kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar I, Syarif Abdullah Alkadrie , Senin(26/7) di Pontianak.
Menurutnya semua lapisan masyarakat harus saling mengajak menerapkan prokes 5M meski terasa sukar di tengah kehidupan ekonomi masyarakat. Memang pilihan paling ideal dan tepat adalah lockdown atau menerapkan karantina wilayah. Hanya saja, ada konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah yakni memberi makan masyarakat.

“Artinya apakah kita mau terus tenggelam dengan COVID-19. Sudah hampir 2 tahun keadaan menjadi seperti begini. Atau kita mau lepas dan bebas bersama-sama dengan apa yang dilakukan pemerintah adalah pilihan paling tepat di situasi seperti sekarang,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini.
Dia menambahkan bahwa PPKM level empat adalah langkah ideal dalam memutus penyebaran di daerah dengan status zona merah. Apalagi, penerapannya juga tidak terlalu repot, di mana wilayah-wilayah yang dibatasi sudah sedikit terbuka. Seperti sebelumya PPKM Darurat dengan pengetatan pintu keluar masuk, para pekerja esensial tetap dapat bekerja seperti biasa.

Contohnyah saja, pekerja dari sektor perbankan, jurnalis, tenaga kesehatan, pekerja buruh bangunan bisa saja lewat. Nah, bagi yang memperkerjakan sektor non esensial juga tetap wajiib memberikan upah atau gaji kepada para pekerja. Pada situasi seperti sekarang, sejumlah bantuan terdampak juga dikucurkan pemerintah kepada masyarakat. “Saya hanya berharap para penerimanya mereka yang benar-benar terdampak COVID-19 ini,” tukas Ketua DPW Nasdem Kalbar ini.

Politisi Nasdem Kalbar menambahkan pemerintah sebenarnya tidak mau kejadian seperti begini. Coba lihat sebelumnya di Kalimantan Barat dan provinsi lain, tabung oksigen kurang. Ada yang sampai meninggal karena kehabisan oksigen. Beberapa pasien sampai antri bahkan meninggal di rumah sakit. Ada juga pasien berada di tenda luar untuk menampung para pasien dengan gejala COVID-19.

“Semua itu menjadi persoalan kita semua. Tugas pemerintah dan seluruh komponen masyarakat adalah memutus mata rantai COVID-19. Lihat lah negara-negara lain sudah tenang dan sedikit aman. Kita harusnya mengikuti pola kehidupan negara lain, aman dari sebaran virus COVID-19 ini,” ucap anggota DPR RI yang diprediksi maju di Pilgub Kalbar atau Pilkada Kubu Raya tahun 2024 mendatang ini.

Di sisi lain, Syarif tidak henti-hentinyah mengingatkan selain mengawal masyarakat dengan prokes 5M dengan melakukan pengetatan sejumlah pintu masuk di daerah, pintu masuk luar negeri dari jalur udara juga harus ditutup. Pengetatan kepada WNA dari luar juga dilarang masuk dulu ke Indonesia. Biarkan masyarakat menilai adil, sehingga tujuan PPKM level 4 tercapai dan pertambahan jumlah penderita dapat dikurangi atau berhenti.

Belajar dari kasus negara India dengan varian virus deltanya yang meledak, memang harus diakui ada sedikit keteledoran. Tidak sedikit warga India masuk ke Indonesia melalui jalur udara, sebelum pemerintah mengambil langkah cepat. “Sekarang sudah dilakukan pemerintah. Untuk sementara WNA dilarang masuk, sampai Indonesia mampu mengatasi penyebaran virus COVID-19 ini,” katanya.

Syarif juga tidak henti-hentinya mengingatkan selain prokes 5M, masyarakat juga harus mau divaksin. Vaksin adalah langkah terbaik untuk saat sekarang menyetop penyebaran virus COVID-19. Dengan disuntik vaksin juga, harapan melahirkan herd immunity seperti negara-negara luar akan terbentuk. “Jadi saat sekarang, jangan dengarkan hoaks, petuah tidak sesuai kajian ilmu kesehatan. Suntik vaksin adalah pilihan paling tepat dan ideal dalam memutus mata rantai virus berbahaya ini,” ucapnya kembali.(den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!