PPM AB Polnep di Desa Parit Keladi, Latih Kerajinan Seni Hias Decoupage

FOTO BERSAMA: Tim PPM AB Polnep, ibu-ibu PKK, dan remaja putri Desa Parit Keladi foto bersama diakhir sesi pelatihan dengan hasil kerajinan seni hias decoupage. (foto sebelum aturan WFH dan physical distancing terkiat Covid-19) | IST

JURUSAN Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Pontianak (AB Polnep) melaksanakan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. PPM digelar dalam bentuk pelatihan kreativita kepada masyarakat desa, terutama para ibu TP PKK dan remaja putri.

“Kami dari Tim PPM AB Polnep memberikan pelatihan kerajinan seni hias decoupage,” ujar Marsela Diaz SE MSA Ak CA, ketua Tim PPM AB Polnep di Desa Parit Keladi, dalam rilis kegiatan.

Desa Parit Keladi merupakan desa yang baru saja dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 24 tahun 2017. Sebelumnya, desa ini masih masuk dalam wilayah Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Sebagai desa baru, pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa dirasakan belum terkelola secara optimal.

Hal tersebut antara lain disebabkan oleh masih kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas masyarakat desa. Sebagai desa yang memiliki wilayah pertanian dan perkebunan seluas 75 persen dari keseluruhan wilayah desa. Pendapatan dan penghasilan masyarakat desa dirasakan masih kurang, karena pendapatan yang diterima belum seutuhnya mencukup kebutuhan hidup masyarakat. Apalagi kondisi harga yang tingi saat ini tidak sebanding dengan penghasilan yang didapatkan masyarakat.

“Ini yang menjadi salah satu dasar kami menggelar PPM di Desa Parit Keladi. Kami berharap kegiatan ini dapat turut membantu warga desa, khususnya dari sisi ekonomi,” katanya.

Melalui pelatihan ini, kami berusaha mendorong warga untuk dapat menghasilkan berbagai produk kerajinan tangan dari anyaman yang dihias dengan seni Decoupage. “Produk yang dihasilkan, seperti tas tangan atau hiasan bernilai jual tinggi ini nantinya dapat dijual dan dipasarkan, baik di desa mereka sendiri ataupun desa dan daerah lain. Ini dikarenakan seni hias perlu tingkat kreativitas tinggi dan ketekunan,” ujarnya.

Dalam pelatihan yang diberikan, tim PPM juga memberikan tips dan informasi-informasi tentang kewirausahaan dan peluang bisnis dari usaha ini. Sehingga masyarakat desa, terutama ibu-ibu PKK mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis dan dapat menambah penghasilan bagi keluarga mereka.

Pelatihan Seni Hias Decoupage tersebut diikuti 25 ibu PKK dan perwakilan remaja putri Desa Parit Keladi. “Kami bersyukur, peserta sangat antusias dan semangat ikut pelatihan. Karena hasil pelatihan ini yang dapat memberikan produk nyata bagi peserta, berupa tas anyaman rotan yang telah diaplikasikan seni hias decoupage. Ini dapat menambah daya tarik dan nilai dari sebuah tas rotan.,” tutupnya. (ser)

error: Content is protected !!