PPM Mahasiswa Teknik Elektro Perbaiki PLTMH di Dusun Maludin

PERBAIKI: Mesin PLTMH yangberhasil diperbaiki mahasiswa Teknik elektro Polnep hingga warga merasa senang, karena desanya terang lagi. MIRZA A MUIN/PONTIANAKPOST

Nyala Listrik Kembali Dirasakan Warga di Ekor Borneo

Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa sebelum lulus, adalah melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM). Seperti Mahasiswa Prodi Teknik Kelistrikan Polnep Pontianak di Temajuk. Bahkan begitu luar biasa. Berkat diperbaikinya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), kini malam di ekor Borneo kembali benderang

Mirza A Muin, Temajuk

SALAH satu syarat untuk lulus menjadi sarjana, mahasiswanya mesti menjalankan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM). Dikegiatan tersebut, mahasiswa mesti terlibat langsung dengan masyarakat setempat.

Sosialisasi sekaligus membagi ilmu yang didapat kepada masyarakat menjadi utama dalam kegiatan tersebut. Belum lama ini, Program  Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).

Lokasinya di ekor Borneo, tepatnya di Dusun Maludin Desa Temajuk.

Dikegiatan PPM, mahasiswa Teknik Elektro ikut berbagi ilmu yang telah didapat dibangku universitas dengan spesifik jurusan kelistrikan. PPM mereka ke sana sudah seperti garis tuhan. Karena PLTMH berkapasitas 15 KW sejak Juni 2019 tidak dapat beroperasi lagi. Alhasil, PPM mereka disana membantu memperbaiki PLTMH tersebut agar bisa berfungsi kembali.

Irman Mahasiswa Teknik Elektro Polnep Pontianak yang ditunjuk teman-temannya sebagai nahkoda di PPM Dusun Maludin, Desa Temajuk Kabupaten Sambas menuturkan awal cerita hingga dia bersama rekannya memperbaiki PLTMH tersebut.

Dia menuturkan, Desa Temajuk memiliki 3 (tiga) jenis pembangkit dalam melayani beban kelistrikan desa tersebut, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas daya terbangkit 15 kW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sistem Terpusat 70 kWp dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)  2×250 kVA dengan wilayah operasi dari masing-masing pembangkit  berbeda satu dengan lainnya.

Dilihat dari sisi pasokan listriknya 2 (dua) unit PLTD dengan kapasitas total sebesar 500 kVA, sebenarnya sudah cukup memadai, namun kendala yang dihadapi oleh pihak penyedia (PLN) adalah permasalahan distribusi (jaringan ke pelanggan) dengan kondisi permukiman yang tersebar dengan jangkauan yang cukup jauh. Hal ini mengakibatkan biaya investasi pada jaringan distribusinya menjadi sangat tinggi dan tidak efisien.

Selain itu operasional pembangkit PLTD di desa Temajok saat ini mencapai angka HPP yang cukup tinggi dikarenakan biaya bahan bakar yang dipasok dari luar daerah tersebut menjadi sangat mahal akibat komponen biaya transportasi yang juga sudah tidak efisien.

Dari situ, didapatlah informasi bahwa PLTMH Temajuk sudah tidak beroperasi sejak Juni 2019. Karena merupakan sumber energi listrik satu-satunya di Dusun Maludin, maka dilakukanlah perbaikan PLTMH itu. “Di Dusun Maludin, masyarakat pengguna energi listrik dari PLTMH sebanyak 40 rumah dan sebagian besar masyarakat kurang mampu, dimana besar daya tersambungnya 200 watt per rumah,” katanya.

Berdasarkan informasi itu, melakukan survei ke lokasi dan didapatkan kerusakan terjadi pada peralatan Sistem Kontrol pendistribusian energi listrik ke konsumen yang disebabkan putaran generator tidak stabil akibat rusaknya generator dan turbin pemutar generator.

Terdapat kendala dalam upaya perbaikan itu. Pasalnya perbaikan  peralatan yang rusak  tersebut tidak dapat langsung dilaksanakan di lokasi. Tak hilang akal, perbaikan pun dilakukan di Bengkel Listrik Prodi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Pontianak. Setelah diperbaiki di Pontianak, 18 Oktober 2019 tim pun kembali ke lokasi PLTMH buat merakit  dan memasang kembali peralatan sistem kontrol pendistribusian energi listrik yang sudah diperbaiki.

Setelah terpasang, kemudian dilakukan running-test untuk melihat apakah PLTMH sudah beroperasi dengan normal baik pada putaran turbin dan generatornya maupun pada penyaluran energi listriknya.

Sejak beroperasinya kembali PLTMH setelah perbaikan, Tim PPM tetap melakukan kontrol melalui informasi dari operator PLTMH.

“Informasi terakhir sekitar pertengahan bulan Desember lalu, PLTMH tetap beroperasi dengan normal. Adanya aliran listrik ini tentunya sangat membantu masyarakat dusun Maludin Desa Temajuk untuk penerangan dimalam hari,” tandasnya.(**)

error: Content is protected !!