Prabasa; Demi Cegah Covid-19 Tambah Pemberlakuan Jam Malam

prabasa
Prabasa Anantatur

PONTIANAK—Ujicoba pemberlakuan jam malam pada sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat setidaknya berhasil meredam pergerakan orang dalam jumlah ramai. Wacana tersebut harus didorong supaya masyarakat dapat terhindar dari sebarannya.

“Kalau perlu ditambah waktunya hingga benar-benar kedisiplinan masyarakat lahir dari diri sendiri sehingga dapat berprilaku hidup sehat,” ungkap Prabasa, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat baru-baru ini.

Menurut dia pemberlakuan jam malam hendaknya ditambah dan lebih ditekankan di daerah-daerah yang masuk zona merah. Sementara wilayah zona hijau wajib didukung untuk terus mengkampanyekan anjuran pemerintah.

”Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan berprilaku hidup sehat disamping kunci suksesnya adalah membiasakan disiplin diri. Saya pikir kalau hal tersebut diterapkan, maka Pontianak dan beberapa kabupaten lain bakalan aman,” tukas dia.

Prabasa menilai bahwa pembatasan jam malam pada masyarakat di Kota Pontianak juga wajib didukung daerah-daerah lain di Kalbar. Pasalnya pesan di balik pembatasan jam malam, berkaitan erat dengan kegiatan atau aktivitas masyarakat. Jika kegiatan dapat terbatasi, maka Covid-19 lambat laun juga akan musnah.

”Nah, dengan cepat kita akan kembali ke aktivitas seperti biasa. Itu menjadi harapan dan mimpi semua elemen,” ujarnya.

Mantan Wakil Bupati Sambas ini menambahkan bahwa tidak hanya mendukung perberlakuan jam malam ditambah, seandainya pergerakan jumlah pasien juga ikut merangkak, sebaiknya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ikut diberlakukan. Dengan demikian, bahwa wilayah-wilayah yang menjadi kantong penyebaran Covid-19 juga dapat diatasi dan dibatasi.

”Ini demi semua. Makanya stay and work at home merupakan hal penting. Bagi keluarga terdampak, pemerintah juga harus menjamin ketersediaan kebutuhan pokok mereka,” katanya.(den)

error: Content is protected !!