Prioritaskan  Anggaran Benahi Perumda Tirta Raya

TINJAU IPA:  Ketua Komisi V DPRD RI, Lasarus dan rombongan didampingi Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meninjau IPA Perumda Tirta Raya Kubu Raya. foto Ashri Isnaini/Pontianak Post

Reses Komisi V DPR RI ke Kubu Raya

SUNGAI RAYA — Rombongan Komisi V DPR RI, Kamis (5/3) menyambangi Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya dalam rangka kunjungan kerja reses. Usai mendengarkan pemaparan dari Direktur Perumda Tirta Raya, Mula Putra mengenai kondisi Perumda Tirta Raya di Kubu Raya, bersama Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin langsung Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus ini kemudian  meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Raya di Desa Arang Limbung.

Setelah melihat kondisi IPA milik Perumda Tirta Raya Kubu Raya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie menegaskan pada tahun anggaran berikutnya pihaknya akan memperjuangkan pengucuran anggaran untuk membehani Perumda Tirta Raya di Kubu Raya.

“Dari hasil paparan direktur Perumda Tirta Raya tadi, kita ketahui, bahwa cakupan layanan Perumda di Kubu Raya ini baru 22 persen, sementara jumlah pelanggannya terus bertambah, maka kami dari komisi V berkewajiban mendorong pengucuran anggaran untuk membenahinya. Insya Allah nanti di tahun 2021 kami akan upayakan. Sebelumnya juga Sudah masuk 10 LPS, artinya ini merupakan tanggung jawab moral kami lah. masaklah Ketua Komisi V, Wakil Ketua Komisi V dan anggota Komisi V dari Kalbar tidak bisa menangani ini,  saya kira kelewatanlah,” kata Syarif Abdullah Alqadrie kepada wartawan.

Di sisi lain, Politisi Nasdem ini melihat di Kubu Raya memiliki satu potensi sumber air baku yang cukup baik di wilayah Kakap dan Teluk Pakedai. “Itu sumber air bakunya rencanaya akan dikembangkan, tapi katanya oleh pak gubernur akan ditarik Provinsi, namun saya rasa tidak masalah. Artinya kalau potensi sumber air baku itu bisa diberdayakan, maka Kecamatan Sungai Kakap dan Sungai Raya sebagian bisa diatasi dengan menggunakan air dari sana, karena jaraknya dekat sekitar 7 kilometer sehingga costnya lebih murah. Dan tidak menutup kemungkinan air baku itu juga bisa mensuplai untuk Kota Pontianak dan saya kira Kubu Raya dan Kalimantan Barat juga sudah mulai memikirkan ketersedian sumber air baku,” jelasnya, seraya kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kucuran anggaran dalam membenahi Perumda Tirta Raya di Kubu Raya.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menambahkan, sejak Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ada istilah MDGs, dengan target salah satunya agar masyarakat Indonesia secara menyeluruh bisa mendapatakan layanan air bersih. Namun ata dia, kenyataannya saat ini di Kubu Raya cakupan layanan air bersihnya baru mencapai 22 persen. “Artinya masih ada sekitar 78 persen yang belum terlayani. Tadi kami juga melihat fasilitas IPA di sini memang sudah cukup lama. Yang ada itu dibangun sejak sekitar tahun 1990 ada juga tahun 1997,” jelasnya.

Untuk mendorong peningkatakan layanan air bersih di kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini, Lasarus meminta Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bisa kembali melakukan pembebasan lahan tepat disamping IPA Desa Arang Limbung dengan luas sekitar  50 x 100 meter. “Kalau lahan disebelah IPA Desa Arang Limbung ini bisa dibebaskan, saya jamin, kedepan akan kami upayakan untuk menambahkan kapasitas air Perumda Tirta Raya di sini. 2021 kami upayakan bisa dianggarkan jika di tahun 2020 lahan ini bisa dibebaskan sehingga masyarakat di Kubu Raya ini bisa mendapatkan pelayanan yang jauh lebih baik terhadap air bersih,” pungkasnya.

Sebelumnya saat memberkan paparan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Direktur Perumda Tirta Raya Kubu Raya, Mula Putra mengatakan saat ini jumlah pelanggan aktif  Perumda Tirta Raya di Kubu Raya  sebanyak 17.474 pelanggan. Sedangkan jumlah calon pelanggan yang masuk dalam daftar tunggu Perumda Tirta Raya saat ini sebanyak 30 ribu calon pelanggan yang paling banyak berada di kawasan Desa Kapur dan Sungai Ambawang.

Mengenai kapasitas produksi yang dimiliki, kata Mula Putra, saat ini kapasitas produksi Perumda Tirta Raya Kubu Raya sbesar 210 liter per detik. Dengan kapasitas yang ada tersebut kata dia  seharusnya bisa memproduksi sebanyak 6.600.000 meter kubik setiap tahunnya, namun karena tingkat keboocoran masih tinggi membuat realisasi produksi air bersih hanya sebanyak 5.360.000 meter kubik pertahun.

“Jadi efisiensi produksinya hanya sekitar 81 persen,” ujarnya. Menurut Mula, salah satu penyebab masih tingginya tingkat kebocoran lantaran kondisi jaringan pipa yang dinilai sudah lama tidak diganti dan beberapa masalah lain dilapangan. Makanya kata dia, secara bertahap pihaknya berupaya melakukan pembenahan.

Saat Ini kapasitas IPA yang dimiliki Perumda Tirta Raya Kubu Raya sebesar 210 liter perdetik dan tersebar di tiga titik seperti di Arang Limbung 180 liter per detik, di Desa Kapur 20 liter dan di Desa Kuala Dua 10 liter perdetik.  Dengan kapasitas tersebut kata dia, idealnya bisa melayani sekitar 16.000 pelanggan dan saat ini Kubu Raya melayani sekitar 17.000 lebih.

“Jadi dengan jumlah pelanggan saat ini, masih ada kekurangan kapasita sekitar 10 hingga 20 liter per detik,” jelasnya.

Upaya dilakukan Perumda Kubu Raya untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, kata Mula, semua kendala di IPA. “IPA ini ibarat dapur dan punya kapasitas, jadi tidak bisa dipaksakan, karena kalau dipaksakan akan berdampak pada pelayanan yang lain,” pungkasnya. (ash)

 

error: Content is protected !!