Privasi dalam Sebuah Hubungan

zetizen

EVERY relationship needs a space. Wajar bagi setiap manusia pasti punya hal-hal yang tak ingin dibagikan kepada orang lain dalam hubungan apapun termasuk saat sedang menjalin hubungan asmara. Saat pacaran dua orang akan dianggap sepaket, padahal it’s not all about we-time, but we need self space. Setiap orang punya hak atas privasinya. Sometimes, kita lupa kalau pacar juga butuh privasi.

“Privasi itu hak setiap orang dan merupakan hal-hal penting yang hanya diri sendiri yang mengetahui serta tidak perlu diumbar,” ujar Patricia Elfira Vinny, S.Psi.,M.Psi, Psikolog di Rumah Sakit Jiwa Daerah Pontianak.

Privasi dalam pacaran dapat kita lihat sebagai hal yang important pada gaya pacaran generasi Z, biasa kita melabeli privasi sebagai label cinta dan kasih sayang.

“Lebih baik, privasi dengan pacar itu lebih dijaga saja, tidak terlalu terbuka, tapi tidak juga tertutup sekali. Ada hal-hal yang disepakati dalam berpacaran,” ujar Patricia.

In case, bahkan ada yang melanggar privasi seseorang oleh pacar sendiri karena terlalu larut dalam rasa penasaran. So, dalam hubungan pacaran kalian bisa aja bikin rules tentang privasi masing-masing sebagai kesepakatan awal biar nggak ada yang merasa control freak sama pasangan sendiri.

These days, privasi dalam hubungan dapat dijabarkan dengan tahu semua password media sosial doi, membaca pesan chating doi bahkan mengetahui isi dompet juga termasuk privasi loh, sobat Z. Well, Patricia Elfira juga membagi dampak berkaitan mengetahui dan tidak mengetahui privasi pacar.

Positifnya, komunikasi lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan pasangan, namun negatifnya jadi nggak ada batasan tertentu antar pasangan. Jadi harus tahu semua hal yang bisa menjadikan tuntutan psikologi yang menjadi akar penyebab timbulnya permasalahan emosional yaitu cemas. Well, memahami batasan privasi pacar juga akan menghindarkan kita dari toxic relationship, loh.

Membuat rules dalam sebuah hubungan nggak akan menciptakan pemisah di antara kalian. Justru kalian akan saling menghargai dalam suatu hubungan. Apabila rules tersebut nggak dibangun dari awal akan memicu hal yang buruk di hubungan.

“Negatifnya bisa bangun kepribadian yang paranoid yaitu kecurigaan dengan pasangan dan orang-orang di sekitarnya, padahal pasangan sudah mengungkapkan semua tapi individunya merasa belum. Nah, itu jadi pertanda masalah di kepribadiannya. Intinya lebih paham rules apa yang perlu dibuka dan dibatasi karena itu hak semua orang terhadap privasinya,” tutup Patricia.

At the end, ternyata privasi dalam hubungan itu penting ya, sobat. Bukan hanya terhadap pacar tapi teman atau siapapun yang berhubungan dengan kita. Rules privasi tersebut harus mampu dipahami setiap makhluk sosial. Berbagi sesuatu dengan pacar itu hal yang wajar. Tapi nggak semua hal harus dibagikan ke pacar. Tentu nggak nyaman rasanya kalau harus setiap saat dikepoin dan dikontrol, bukan? (elv)

 

 

 

Read Previous

Ajarkan Triangle Defense ke Para Pelatih 

Read Next

Jajanan Tradisional Kaya Rasa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *