Produk Desa Peduli Gambut Go Online

Salah satu produk dari desa peduli gambut yang kini dipasarkan secara online lewat Bukalapak.com.

PONTIANAK – Badan Restorasi Gambut (BRG) RI melalui Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan melaksanakan kegiatan pelatihan online kepadaUMKM/BumDes DPG BRG tahun 2017-2020. Pelatihan yang digelar 22 dan 24 Juli 2020 ini sebagai upaya meningkatkan daya jual dan pemasaran produk serta memperluas pasar produk-produk lokal gambut agar dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Kegiatan ini dilakukan bersama mitra BRG yaitu PT. Bukalapak.com sebagai narasumber kegiatan dan wadah(marketplace) dalam pemasaran produk. Peserta berasal dari kelompok masyarakat terpilih di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 12 kelompok, Kalimantan Tengah 8 kelompok, Kalimantan Barat11 kelompok, Sumatera Selatan ada 12 kelompok, dan Riau sebanyak 6 kelompok.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr. Myrna A. Safitri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada UMKM/BumDes dalam hal pengembangan pemasaran produk melalui marketplace / aplikasi jual beli online. Selain itu untuk meningkatkan daya saing pelaku dan produk UMKM/BumDes.Meningkatkan kapasitas dan keterampilan peserta pelatihan guna mengenalkan, mempromosikan dan memasarkan produk Desa Peduli Gambut di online market. “Pelatihan ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana terlibat aktif  dalam perdagangan online,”jelasnya.

Dia menjelaskan, sudah banyak pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh BRG. Di antaranya revitalisasi ekonomi kepada kelompok masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi kreatif yang dilakukan anak muda di Desa Peduli Gambut.

“Ini jadi bukti BRG serius untuk mendampingi  UMKM dan Bumdes dalam memberikan nilai tambah kepada produk ekonomi di lahan gambut. Pemberdayaan ekonomi seperti ini ditempatkan dalam rangka perlindungan ekosistem gambut,” timpalnya.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan masyarakat setempat dapat memanfaatkan sumber daya di lahan gambut dengan cara yang tidak merusak. Lebih kurang tiga setengah tahun ini, kata dia,BRG sudah membuktikannya. Kegiatan pertanian tanpa bakar, pertanian alami, pengembangan ekonomi kreatif melalui produk fashion, kerajinan, dan lain-lain dapat berjalan dengan baik.

Myrna mengatakan, ekonomi tidak akan berjalan dengan baik tanpa pasar yang baik. Banyak sekali pertanyaan yang muncul dari masyarakat apakah ada pasar untuk produk yang mereka buat. Melalui kegiatan inilah, kata dia, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memahami cara memasarkan produk melalui marketplace. Salah satunya melalui Buka Lapak.  “Untuk menuju ke situ, diperlukan upaya, bagaimana Bapak Ibu peserta pelatihan ini bisa mengemas dengan baik produknya,  sehingga menjadi menarik. Terpenting meningkatkan kemampuan  ketika terlibat dalam perdagangan online,” ucapnya.

Desa Peduli Gambut (DPG) merupakan salah satu bagian dari fungsi penghimpunan dan pengakomodasian partisipasi dan dukungan masyarakat dalam restorasi gambut. Dalam rangka mengoptimalkan pencapaian sasaran dan target kinerja Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pembangunan DPG, maka perlu dilakukan serangkaian program-program inovatif dan digagas secara cermat. Pembentukan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) atau BumDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan upaya dalam program DPG untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di lahan gambut, khususnya dalam pemasaran produk baik dalam pasar lokal maupun nasional. UMKM menjadi alternatif yang sangat penting untuk mengembangkan usaha-usaha kecil masyarakat.

Sementara itu,dalam pelatihan ini Tim dari PT Bukalapak.com memberikan edukasi mengenai  peluang jualan online di masa yang akan datang. Diprediksi, pembeli digital Indonesia akan meningkat 1,2 kali pada 2025, dan pendapatan  seluruh toko online meningkat hingga 3,7 kali. Keuntungan jualan di marketplace, terutama di PT Bukalapak ini  untuk memperluas pasar, buka toko  gratis, mudah mengelola toko, juga mudah mengupload foto.

Maka diperlukan konsistensi pelapak dalam menjalankan bisnisnya, juga memahami ilmunya. Selain itu, produk UMKM juga merupakan salah satu pendukung kesuksesan marketplace ini. Maka yang diperlukan saat ini, produk, rekening bank, email aktif dan valid, nomor telepon, dan koneksi internet. (mrd)

loading...