Program BKKBN Tak Sebatas Kontrasepsi

PONTIANAK-Anggota DPR RI Komisi IV, Alifudin berharap sosialisasi pembangunan keluarga bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mampu menjadi jembatan informasi tentang berbagai macam program Bangga Kencana.

Selama ini, persepsi masyarakat tentang BKKBN hanya sebatas pemberian alat kontrasepsi.

“Sosialisasi saya bersama BKKBN diharapkan bisa sesuai harapan. Yaitu masyarakat semakin paham tentang berbagai macam program Bangga Kencana. Selama ini persepsi masyarakat tentang BKKBN hanya sebatas kontrasepsi,” ungkap Alifudin usai mengikuti kegiatan sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra, di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Selasa (24/11).

Ia menjelaskan ada banyak program yang disosialisasikan BKKBN. Tidak hanya sebatas kontrasepsi. Program pengentasan stunting, perencanaan keluarga berkualitas diantaranya fokus BKKBN.

Ia memandang, program-program BKKBN ini mesti tersampaikan dengan baik dengan masayarakat. Apabila semua program telah dimengerti, masayarakat akan nyaman menjalankannya.

Dengan tercapainya program tersebut, akan menghasilkan SDM yang hebat.

Di tempat sama, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Tenny Calvenny Soriton mengatakan kerjasama BKKBN dengan Komisi IX DPR RI ditindaklanjuti dengan kegiatan sosialisasi program Bangga Kencana dalam rangka pencegahan Covid-19.

“Ini salah satu program bagaimana masyarakat bisa menyiapkan keluarga yang baik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,”ungkapnya.

Dirinya menyampaikan keberadaan mitra diharap bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan program Bangga Kencana kepada masyarakat.

Pihaknya memastikan kehadiran BKKBN di tengah masyarakat meskipun suasana pandemi Covid-19.

“Pada awal Covid-19 memang terjadi penurunan kepesertaan masyarakat, hal ini disebabkan adanya keraguan masyarakat untuk datang ke tempat pelayanan,” ujarnya.

Tenny menyebutkan dengan berjalannya waktu dan adaptasi kebiasaan baru. Maka tidak mungkin berdiam terus sehingga harus bergerak. Karena jika tidak bergerak program akan tertinggal.

Dikatakannya sejauh ini di Provinsi Kalbar masih belum menunjukkan adanya peningkatan angka kehamilan. Karena BKKBN provinsi Kalbar terus mengupayakan penyampaian program melalui media yang ada.

“Baik itu virtual, elektronik, dan media cetak yang bisa menyampaikan bahwa tempat pelayanan selalu bersedia untuk melayani masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan Bangga Kencana atau KB, selain itu PLKB juga melakukan jemput bola,” tandasnya.(iza)

error: Content is protected !!