Program KIAT Guru Diperluas

SOSIALISASI: Sejumlah kepala sekolah tingkat SD di Kabupaten Landak yang menjadi sasaran program KIAT guru mengikuti sosialisasi program tersebut di Bappeda Landak, Selasa (10/9) lalu.ISTIMEWA

Turunkan Angka Buta Huruf dan Buta Angka

NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak menambah sekolah perluasan program Kinerja dan Akuntabilitas (KIAT) Guru pada tahun ini. Dari 38 SD pada 2016 lalu, sasaran program KIAT guru bertambah menjadi 79 sekolah.

Kepala Bidang Perencanaan  Sosial dan Budaya pada Bappeda Kabupaten Landak, Eli mengatakan Bupati Landak mengusulkan kepada Kemendikbud agar pendampingan KIAT Guru di Kabupaten Landak diperluas ke semua sekolah.

Saat ini pemerintah kabupaten Landak menambah sebanyak 41 Sekolah Dasar (SD) yang berada pada daerah sangat tertinggal yang tersebar diseluruh kecamatan untuk mendapat pendampingan dari program KIAT Guru. “Ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Landak,” kata dia, Selasa (10/9).

Ia mengungkapkan tujuan diadakannya sosialisasi program KIAT Guru ini untuk memberikan  pemahaman tentang program KIAT Guru kepada seluruh pihak terkait mulai dari pihak sekolah, pemerintahan desa, komite sekolah dan pengawas sekolah.

“Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang program KIAT Guru kepada seluruh pihak terkait agar tujuan utama KIAT Guru yaitu meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di kabupaten Landak terutama meningkatkan hasil belajar murid dapat terwujud,” ujar Eli.

Sementara itu salah satu tim dari KIAT Guru, Rivai mengatakan, Program KIAT Guru telah memberi dampak signifikan terhadap hasil belajar murid sekolah dasar yang mampu menekan angka buta huruf dan buta angka pada anak kelas rendah.

“Program ini mampu menekan angka buta huruf dari tahun 2016 sebesar 15,8 persen turun menjadi 2,6 persen pada 2018, dan buta angka pada tahun 2016 sebesar 10,6 persen turun menjadi 0,4 persen ditahun 2018 pada anak kelas rendah, secara data yang kita lihat pada 38 sekolah yang sudah berjalan terjadi peningkatan hasil belajar murid yang signifikan terutama tentang kemampuan dasar pada pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika,” jelas Rivai.

Selain itu hal terpenting juga menurut Rivai yaitu adanya peningkatan partisipasi masyarakat  dalam mendorong hasil belajar murid. “Yang terpenting partisipasi masyarakat semakin meningkat, ini ditunjukkan dengan jumlah pertemuan antara pihak sekolah dan masyarakat,” pungkasnya.

Adapun sekolah yang ditambah meliputi SDN 20 Perbuak, SDN 14 Medang, SDN 04 Tembawang Bale, SDN 15 Nyiin, SDN 12 Bengawan Ampar, SDN 03 Kedama, SDN 04 Paku Raya, SDN 18 Berangan Pale, SDN 14 Nek Maih, SDN 15 Kusam, SDN 21 Sibo Sarikan, SDN 27 Sabah, SDN 10 Maria Bagak, SDN 07 Muun, SDN 34 Kota Baru, SDN 43 Tapis Tembawang, SDN 55 Pak Mayam, SDN 12 Belangiran, SDN 12 Semugih, SDN 05 Seba, SDN 18 Dange Aji.

Selanjutnya, SDN 24 Kuala Pade, SDN 05 Gamang, SDN 19 Kersik Belantian, SDN 21 Reo Behe, SDN 05 Permiit, SDN 07 Sehe, SDN 06 Tanjung Balai, SDN 08 Manggang, SDN 23 Selutung, SDN 07 Mentonyek, SDN 09 Pampang, SDN 37 Perigi, SDN 23 Titi Tareng, SDN 07 Sejagan, SDN 12 Sembatu, SDN 19 Toho Raba, SDN 46 Plasma II, SDN 58 Semabak, SDN 31 Sumiak dan SDN 37 Kemayo. (mif)

Read Previous

Pemkab Seleksi Calon Kepala Sekolah

Read Next

40 Persen Salahi Aturan

Tinggalkan Balasan

Most Popular