Program Relaksasi Tunggakan Iuran

PONTIANAK – Direktur Perluasan dan pelayanan peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan sebanyak 85.482 peserta mandiri dan 447 badan usaha yang mengikuti program relaksasi tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Program ini merupakan amanat Perpres 64/2020 untuk memberikan keringanan kepada masyarakat di masa pandemi. Relaksasi itu diberikan karena mengingat pelayanan kesehatan merupakan faktor penting di tengah pandemi Covid-19.

“Program berakhir Desember 2020,” kata Andayani saat Media Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 yang berlangsung secara virtual, Jumat (23/10).

Relaksasi itu diberikan jika tunggakan iuran kepesertaan itu di atas enam bulan. Dalam program relaksasi ini peserta menunggak langsung diaktifkan.

“Begitu aktif iuran tetap berjalan. Relaksasi ini membantu peserta terasa berat membayar disaat yang sama juga harus menyelesaikan tunggakan dan iuran kepesertaan,” jelas Andayani.

Sebelum ada program relaksasi ini peserta yang menunggak di atas enam bulan tetap harus melunasi tunggakannya itu. Melalui program ini peserta hanya cukup membayar tunggakan enam bulan diawal.

Andayani menyarankan peserta mandiri maupun badan hukum menhubungi atau mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat atau melalui aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh melalui Play store maupun App Store jika ingin memanfaatkan program ini.

“Relaksasi ini mengatur tunggakan enam bulan kemudian bulan berjalan. Cicilan tunggakan yang tersisa itu bisa diselesaikan hingga 2021,” pungkasnya. (mse)

error: Content is protected !!