Programkan BPJS Kesehatan Gratis bagi ODHA dan OHIDA

HIV AIDS

BANTUAN IURAN: Penyerahan PBI BPJS Kesehatan oleh Walikota Pontianak selaku Ketua Umum KPA Kota Pontianak Kepada LSM Peduli AIDS. IST

Pemkot Pontianak Komit Tanggulangi HIV dan AIDS

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak melalui Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pontianak telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS. Salah satunya adalah dengan tetap berkomitmen mengalokasikan anggaran penanggulangan HIV setiap tahunnya.

Sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 124 tahun 2017 yang secara tegas menyatakan bahwa KPAN mengakhiri masa tugasnya hingga 31 Desember 2017, banyak KPA provinsi, kabupaten dan kota yang tidak lagi eksis bahkan bubar. Padahal Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan KPA Daerah serta Surat Menteri Dalam Negeri No 440 tahun 2017 perihal Kelembagaan Komisi Penanggulanga AIDS Daerah merupakan dasar yang kuat, bahwa pemerintah wajib mengalokasikan dana pencegahan dan penanggulangan HIV melalui KPA, baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota.

Saat ini, temuan baru HIV positif warga Kota Pontianak setiap tahunnya mencapai 100 orang (terdeteksi melalui tes darah). Meskipun begitu, berdasarkan data tujuh tahun terakhir, temuan HIV baru cenderung menurun. Terakhir pada periode Januari s/d Juni 2019, ditemukan sebanyak 60 orang yang terpapar HIV di Kota Pontianak.

Berbagai inovasi program tetap dan semakin gencar dilakukan di Kota Pontianak, seperti penjangkauan pada populasi kunci (gay, waria, wanita pekerja seks dan pelanggan, pengguna napza suntik dan pasangan lelaki berisiko tinggi), pendampingan bagi orang dengan HIV dan keluarganya, pengurangan dampak buruk narkoba, screening HIV pada ibu hamil wajib di kunjungan pertama di puskesmas, tes HIV bagi calon pengantin, dan upaya edukasi lain kepada masyarakat melalui Warga Peduli AIDS (WPA) di masing-masing kelurahan dan kecamatan.

Selain itu, dari sisi pendanaan untuk Tahun Anggaran 2020, Pemkot Pontianak juga sudah menganggarkan dana Program Pengurangan Dampak Buruk Pengguna Narkoba (harm reduction) sekitar Rp200 juta. Program ini penting mengingat pengguna narkoba ditengarai menjadi salah satu pintu masuk penularan HIV.

Pendanaan program tersebut antara lain diperuntukkan bagi kegiatan pelatihan UTC bagi konselor, pelatihan media kampanye, dan survei cepat perilaku pada pengguna narkoba. Di samping itu, pengembangan program juga menyasar kepada kolaborasi HIV-tuberculosis, kolaborasi HIV-Hepatitis C dan penyakit-penyakit lain yang memperberat kondisi kesakitan orang dengan HIV dan menambah angka kematian orang dengan HIV pada fase AIDS.

Tahun 2018 lalu, sejumlah Orang Positif HIV (ODHA) beserta keluarga (Ohidha) dalam satu Kartu Keluarga telah menerima bantuan iuran PBI BPJS kesehatan melalui APBD Kota Pontianak. Tahun 2019, bantuan serupa kembali diberikan yang mana saat ini sedang diproses pengajukan SK Walikota setelah divalidasi Dinas Dukcapil dan diverifikasi BPJS, yaitu sebanyak 15 orang positif HIV beserta keluarga.
Selain BPJS Kesehatan gratis, Pemkot Pontianak melalui Dinas Sosial juga memberikan dukungan berupa modal bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi ODHA yang memiliki usaha sebanyak 11 ODHA. Ada juga kegiatan kursus/ pelatihan dalam rangka peningkatan keterampilan (life skill) kepada tujuh orang ODHA yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepada masyarakat Kota Pontianak dan ODHA serta OHIDHA, Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, ST,MT yang juga merupakan Ketua Umum KPA Kota Pontianak menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar masyarakat memahami HIV dan AIDS secara benar dan komprehensif, mampu mencegah agar diri sendiri, keluarga dan lingkungan tidak tertular.

“Khusus bagi orang yang sudah terinfeksi HIV, teruslah menjalani hidup, tetap produktif dan berkarya serta terus semangat tanpa putus asa. Pemerintah sudah meyiapkan berbagai program baik dari sisi pengobatan, pendampingan maupun dukungan kepada ODHA dan OHIDA,” katanya.(*)

Read Previous

KLHK Sidik Tiga Perusahaan

Read Next

Insiden Maut dari F2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *