PT ANTAM Sukses Latih Masyarakat Entikong Membatik

LPT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk- UBPB Kalbar menggelar penutupan Pelatihan Antam Mbatik Nusantara dan Seni Peran Masterclass Senin (20/1). Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi tanggung jawab sosial perusahaan.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar Ignasius, Ketua Dekranasda Sanggau Arita Apolina, Kadisperindagkop UM Sanggau Syarif Ibnu Marwan, Kepala UPT LKI Entikong Markus Dalon, VP Operation PT ANTAM Tbk – UBPB Kalbar Agung Adrianto, dan Sekcam Entikong Kosmas Yul.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sanggau, Arita Apolina memberikan apresiasi terhadap pelatihan batik yang pesertanya menyasar sebagian besar perempuan ini. Menurutnya, hal ini menjadi potensi untuk mendukung program pemerintah. Apalagi tahun ini, hari ibu mengusung tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju.

“Setelah ini peserta diharapkan tetap melanjutkan program dengan menekuni kerajinan batik sehingga dapat menjadi tambahan pendapatan bagi rumah tangga,” harapnya.

Arita menambahkan Sanggau memiliki brand batik yaitu Batik Sabang Merah. Koleksi batik perbatasan Entikong ini diharapkan menjadi potensi untuk dikembangkan melalui brand batik samer.

VP Operation, PT ANTAM Tbk – UBPB Kalbar Agung Adrianto mengatakan pihaknya telah melaksanakan berbagai program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi dan wilayah strategis lainnya baik dalam bidang pendidikan, sosial budaya, ekonomi dan lain sebagainya.

“Program yang kami jalankan saat ini berupa pelatihan membatik merupakan bagian dari perhatian kami terhadap pelestarian budaya bangsa yang juga merupakan icon kebanggaan negeri,” ujarnya.

Kesuksesan pelatihan yang telah berjalan selama 4 bulan tidak terlepas dari dukungan seluruh stakeholder terkait. Mulai dari Pemerintah Provinsi selaku pengelola tempat pelatihan ini dan Pemerintah Kabupaten Sanggau yang telah memberikan banyak masukan dan insight-insight baru untuk rencana pengembangan program membatik. Termasuk Kecamatan Entikong.

Agung mengatakan pencapaian target-target yang ditetapkan dalam setiap tingkatan program juga merupakan sesuatu yang membanggakan. Berdasarkan hasil evaluasi tim pelatih, terlihat perubahan cukup signifikan dari segi keahlian peserta mulai dari sesi awal sampai dengan akhir. Memasuki bulan ke 4 para peserta sudah lebih mandiri melaksanakan rangkaian proses membatik karena pengurangan jumlah tim pelatih.

Beberapa capaian lain sesuai dengan target antara lain telah tercipta motif-motif baru sesuai dengan ciri khas daerah, terbentuknya kelompok peserta terbaik, dan apresiasi juga bagi para peserta milenial yang menyelesaikan project dokumentasi pelatihan dalam bentuk film pendek.

“Setelah program pelatihan ini, rencana kedepannya kiranya sebagai kelanjutan dari upaya pengembangan batik di wilayah Entikong yang juga mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, maka kami bermaksud bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ungkap dia.

Merupakan suatu kebanggaan PT ANTAM bisa berada ditengah-tengan masyarakat wilayah Kecamatan Entikong yang mendukung progam CSR ANTAM. “Kami ucapkan selamat kepada para peserta karena telah berhasil mengikuti seluruh kegiatan. Semoga di wilayah ini tercipta generasi-generasi penerus yang juga memiliki perhatian khusus terhadap pelestarian budaya Indonesia,” pungkasnya. (mrd)

error: Content is protected !!