Pulau Datuk Masih Minim Fasilitas

LOKASI WISATA: Pantai Pulau Datok Sukadana sebaiknya dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang bagi wisatawan yang datang ke lokasi tujuan wisata nomor satu di Kabupaten Kayong Utara ini. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

SUKADANA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kayong Utara harus serius menangani objek wisata Pantai Pulau Datuk Sukadana yang menjadi andalan kunjungan wisatawan ke kabupaten ini. Saran tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara Dedy Efendi.

“Tentunya Pemda dapat menambah dan terus menata lokasi-lokasi wisata yang ada. Selain itu juga harus dapat menunjang berbagai fasilitas – fasilitas yang ditujukan untuk pengunjung,” terangnya di Sukadana, Senin (13/1). Sebab dia menilai saat ini saat kebanyakan para pengunjung ketika berada di lokasi wisata, hanya sekedar datang, duduk, kemudian makan-makan serta minum-minum. Namun sejatinya, kata dia, perlu adanya terobosan khusus bagi Dinas Pariwisata dalam menambah fasilitas-fasilitas rekreasi wisata. “Iya, tentunya Dinas (Pariwisata) harus dapat berinovasi, setidaknya ada tambahan fasilitas-fasilitas bagi pengujung lokasi wisata,” sarannya.

Namun, kata dia, tidak ada salahnya untuk menggandeng investor demi pengembangan lokasi wisata. Menurut dia, proses pengembangan wisata akan sulit terealisasi jika anggaran pemerintah terbatas. Dia mengingatkan, jika lengah, maka pemerintah akan bersaing dengan objek-objek wisata yang dikelola pihak swasta. Apa lagi, kata dia, saat ini obyek wisata religi sudah ada, hingga mempunyai satu ikon yakni Masjid Agung Oesman Al Khair.

“Hal ini juga yang menjadi salah satu tujuan pariwisata harus dikembangkan dengan fasilitas pendukung. Kita lihat sekarang sudah semakin bagus ini yang harus terus kita dorong,” tambahnya.

Sedangkan untuk wisata laut Karimata yang sampai saat ini belum ada terobosan, menurut dia, juga harus dipikirkan. Belum lagi objek-objek wisata lain, sebut dia, seperti hutan mangrove yang terlihat sudah tidak terawat.

“Di lokasi mangrove saya lihat, fasilitas yang ada banyak yang rusak, seperti jembatan menuju hutan sudah banyak kayu-kayu rusak ini juga harus menjadi perhatian pemerintah,” pungkas mantan Ketua KPU Kabupaten Kayong Utara tersebut. (dan)

Read Previous

Menteri Kelautan Perikanan dan Menteri Desa PDTT Kunjungi Mempawah

Read Next

Pertanyakan Peluang Ganti Rugi akibat Pemadaman Bergilir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *