Puluhan Lapak Liar Atas Parit Dibongkar Paksa

LANGGAR ATURAN: Puluhan personel Satpol PP Kubu Raya dibantu personel TNI/Polri membongkar paksa puluhan lapak liar di atas Parit Nomor Dua Desa Parit Baru. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

SUNGAI RAYA – Sebanyak 44 lapak liar yang tak berizin dan dibangun di atas Parit di Jalan Parit Nomor Dua Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya Senin (31/8) dibongkar paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kubu Raya.

Kasatpol PP Kubu Raya, Adriansyah mengatakan, sebelum dibongkar paksa, pihaknya telah melayangkan surat peringatan (SP), mulai SP 1, SP2 dan SP3 yang ditujukan kepada pendiri puluhan lapak liar tersebut. Karena peringatan yang diberikan tidak dipedulikan, akhirnya Satpol PP dibantu dan dikawal pihak TNI dan Polri melakukan pembongkaran paksa terhadap lapak liar tersebut.

“Sebelumnya sudah kami berikan imbauan, peringatan melalui SP 1, SP2 dan SP3. Namun para pemilik lapak liar ini tidak peduli. Karena memang menyalahi aturan dan melanggar Perda, ya terpaksa sebagai bentuk penindakan, kami lakukan pembongkaran paksa,” kata Adriansyah kepada wartawan, Senin (31/8) saat memantau proses eksekusi pembongkaran lapak liar di Parit Dua Desa Parit Baru.

Proses pembongkaran lapak liar dengan menggunakan alat berat tersebut dilakukan sejak sekitar pukul 9.00 hingga 16.00 WIB. Pantauan di lapangan, saat akan dilakukan pembongkaran paksa, beberapa pemilik lapak sempat merasa tidak terima bangunannya di bongkar. Namun setelah diberikan pemahaman lantaran bangunan yang didirikan menyalahi aturan oleh pihak Satpol PP  akhirnya pemilik lapak tersebut melunak dan pasrah bangunannya dibongkar.

Usai melakukan pembongkaran paksa, Adriansyah berharap ke depan tidak ada lagi warga  yang mendirikan bangunan disekitar kawasan tersebut. “Sesuai rencana, nantinya sekitar parit ini akan dilakukann normalisasi dan kemungkinan disekitarnya juga akan ditata kembali. Mungkin saja akan dibangun taman atau sejenisnya oleh pemerintah. Jadi kami harap warga bisa menjaga ketertiban kawasan ini, dan tidak ada lagi yang berupaya mendirikan bangunan liar di atas parit ini,” ungkapnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa yang sempat memantau langsung proses pembongkaran bangunan liar mengaku, sejak tahun lalu pihak Pemerintah Desa Parit Baru secara lisan juga telah memberikan peringatan bagi masyarakat sekitar untuk tidak mendirikan bangunan di atas parit. Hal tersebut dinilainya  telah menyalahi aturan.

“Mereka yang mendirikan bangunan, terutama bangunan-bnagunan baru di atas parit sejak satu tahun lalu itu secara lisan sudah kami peringatkan, namun memang masih banyak yang belum mengindahkan peringatan yang kami berikan,” kata Musa.

Seiring berjalannya waktu lanjut melihat mulai banyaknya bangunan liar di atas parit membuat masyarakat sekitar komplain dan pada akhirnya membuat beragam laporan baik secara lisan, bahkan sebagian ada yang mengeluh melalui media sosial terkait adanya bangunan liar tersebut. “Melihat kian banyaknya bangunan liar di atas parit tersebutlah, membuat pihak Satpol PP Kubu Raya, hari ini membongkar paksa bangunan liar tersebut,” ungkapnya.

Musa menilai, pembongkaran bangunan liar di atas parit tersebut layak dilakukan, dengan tujuan untuk menghindari adanya gejolak yang lebih besar bagi masyarakat sekitar di kemudian hari.

“Sesuai aturan mendirikan bangunan di atas parit itu sudah menyalahi aturan, dan wajar saja jika ada masyarakat sekitar yang merasa terganggu karena di depan rumahnya di dirikan bangunan liar. Di sisi lain parit sekitar Parit Dua itu memang kecil ditambah lagi dengan adanya bangunan liar tentu akan membuat saluran di parit menjadi lebih kecil dan menghambat saluran air disekitar daerah tersebut,” jelasnya.

Musa pun mendukung upaya pemerintah daerah setempat yang berencana melakukan normalisasi di parit nomor dua Desa Parit Baru. Kata Musa, di kawasan tersebut merupakan salah satu titik yang rentan dan mudah terjadi banjir terutama saat musim hujan.

“Harapannya setelah dilakukan penertiban lapak liar ini dan dilakukan normalisasi parit, maka saluran air di parit ini akan menjadi lebih baik dan maksimal, sehingga bisa terbebas dari banjir nantinya,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!