Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

RUSAK BERAT: Terjangan puting beliung memorakporandakan sederet atap ruko yang baru saja dibangun di Jalan Ampera, Kubu Raya. Foto insert, warga membetulkan atap yang rusak karena diterpa angin puting beliung.SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Diterjang Puting Beliung, 80 Rumah Rusak Berat

SUNGAI RAYA – Terjangan angin Puting Beliung yang terjadi Selasa (13/8) menyebabkan sedikitnya 80 rumah warga di Desa Ampera Raya, Kubu Raya mengalami rusak berat. “Total ada sekitar 123 rumah yang mengalami kerusakan. Namun yang paling parah ada 80 rumah. Sebagian besar kerusakannya pada atap rumah,” kata Kepala Desa Ampera Raya, Junaidi Raja.

Di sisi lain, sejumlah warga memutuskan mengungsi ke rumah keluarga lantaran atap rumah mereka rusak berat. Junaidi telah meminta setiap RT di Desa Ampera Raya untuk kembali mendata secara detail jumlah kerusakan di lapangan, untuk diajukan agar mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat.

“Pemerintah desa juga akan memberikan bantuan, namun jumlahnya tidak besar dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ambawang Kuala, Suaidi mengatakan, terdapat sekitar 48 rumah di Desa Ambawang Kuala yang mengalami rusak berat dan ringan. “Tadi malam ada sekitar 15 kepala keluarga yang mengungsi. Rumah mereka rusak berat,” kata Suaidi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar, mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat bencana puting beliung di dua desa di Kubu Raya tersebut.
Pantauan di lapangan, sejak pagi sekitar pukul 8.00 sejumlah personel Polsek Sungai Ambawang bersama satu kompi Dalmas Polda Kalbar membantu warga membersihkan atap-atap rumah yang berserakan di jalan.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meninjau langsung lokasi kejadian di dua desa tersebut. Muda mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, kepala desa, BPBD dan dinas sosial di Kubu Raya dan dinas sosial provinsi Kalbar untuk memberikan bantuan bagi para korban angin puting beliung.

“Kami akan rinci dulu, berapa yang rusak berat dan ringan. Nantinya bantuan yang akan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Muda di sela-sela mengunjungi beberapa rumah warga yang rusak di Perumnas IV Desa Ampera Raya.

Selain seratusan rumah, juga terdapat satu musala, satu posyandu yang mengalami kerusakan. “Karena ini fasilitas publik saya minta hari ini bisa langsung diperbaiki,” ujarnya.

Muda menilai, kawasan Desa Amperaraya dan Desa Ambawang Kuala merupakan salah satu daerah rentan terjadi bencana angin puting beliung. “Laporan yang saya terima di sekitar kawasan sini sudah ada sekitar empat kali diterjang angin puting beliung, dan kali ini yang paling dahsyat dan cukup banyak yang terdampak terjangan angin puting beliungnya,” jelasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak sudah menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam angin puting beliung di Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Akibat bencana itu hanya kerusakan rumah milik warga. “Tidak ada yang meninggal, tapi luka-luka karena bencana itu ada,” kata Edi.

Menurut Edi bantuan yang diberikan itu berupa material, seperti seng dan kayu. Bantuan itu disesuaikan dengan kerusakan rumah milik warga akibat angin puting beliung.

“Rata-rata atap yang rusak dan kami sudah siapkan bantuan material,” sambung Edi.Edi menuturkan Pemerintah Kota Pontianak turut berduka cita atas musibah yang dialami warga akibatdari angin puting beliung. “Ini bencana yang tidak bisa dielakan, kami turut prihatin atas apa yang dialami korban. Kerusakan rumah juga cukup parah dan bisa dikatakan atap rumah terbengkas diterbangkan angin,” kata dia.

Edi menyarankan warga di Kota Pontianak yang rumahnya rawan terhadap bencana memperkuat konstruksi bangunanya agar tidak menjadi korban bencana. Seperti diketahui, bencana puting beliung kerap melanda di Kota Pontianak. Umumnya kawasan yang terkena di pemukiman di Pontianak Timur.

“Rumahnya yang rawan terhadap bencana, gunakan seng yang semi permanen guna memperkuat konstruksi bangunan,” saran Edi. (ash/mse)

Read Previous

Pontianak Creative Night Carnival 2019

Read Next

Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *