Pupuk di Landak Langka, Karolin Minta Pusat Segera Salurkan Pupuk

KONFERENSI VIDEO: Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat mengikuti konferensi video bersama Mentan RI, Selasa (12/5). HUMAS PEMKAB

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta dukungan dari pemerintah pusat dalam hal penyediaan pupuk untuk petani di wilayahnya demi menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Karolin kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo saat mengikuti rapat lewat konferensi video yang digelar Kementerian Pertanian bersama dengan komisi IV DPR RI, Gubernur dan Bupati se-Indonesia, Selasa (12/5).

“Kami mohon dukungan dari Kementerian pertanian agar program- program pertanian dalam rangka ketahanan pangan menghadapi COVID-19 dapat berjalan, kami meminta juga pupuk dapat disalurkan kepada kami di Kabupaten Landak sebagai salah satu wilayah produksi padi terbesar di Kalimantan Barat,” pinta Karolin.

Dalam kesempatan itu, Bupati Landak menyampaikan laporan terjadinya kelangkaan pupuk di Kabupaten Landak. Baik pupuk subsidi maupun pupuk nonsubsidi yang sulit didapat dengan harga normal.

“Persoalan yang kami hadapi adalah berkaitan dengan pupuk, saat ini terjadi kelangkaan pupuk. Memang pupuk subsidi dikurangi tetapi diluar pupuk nonsubsidi pun kami kesulitan mendapatkan dalam harga normal,” jelasnya.

Karolin berharap permasalahan kelangkaan pupuk ini dapat segera diatasi. Dirinya mengungkapkan saat ini pupuk yang sudah tersalurkan di Kabupaten Landak sudah 56 persen dari kuota. Sedangkan para petani masih memerlukan pupuk untuk masa tanam berikutnya. “Kami berharap agar dapat segera dicarikan titik tengahnya. Karena kondisi kami saat ini sudah tersalurkan pupuk 56 persen dari kuota,” terang Bupati Landak.

Bupati Landak menyatakan selalu siap menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi hal yang dikhawatirkan saat ini yaitu tidak tersedianya pupuk untuk petani dalam menghadapi masa tanam berikutnya, sehingga jelas mempengaruhi hasil produksi padi.

“Kami khawatir pada musim tanam berikutnya pupuk tidak ada sehingga mengganggu produksi padi dan tanaman pangan lainnya. Selain itu Kita tentu berupaya agar Indonesia terjaga ketahanan pangannya,” kata Bupati Landak.

Merespon keluhan ini, Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo secara umum mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan prioritas dalam rangka mendukung program-program pertanian didaerah termasuk pupuk.

“Masalah kebutuhan mulai dari masalah irigasi tolong diperhatikan semuanya. Standar terkait dengan bibit juga harus segera disiapkan. Dan untuk pupuk ini Ibu Bupati Landak segera surati Dirjen terkait, akan saya bantu terkait hal tersebut,” terang Yasin Limpo. (mif)

error: Content is protected !!