Putus Cinta, Barang Pemberian Diminta

zetizen

MEMBERIKAN barang kepada seseorang menjadi salah satu bentuk menunjukkan kasih sayang. Tak jarang jika sepasang kekasih kerap kali berkorban secara tenaga dan materi. Menjadi supir pribadi, bertukar hadiah, saling mentraktir dan segala bentuk hal yang membuat kamu terlihat sebagai sosok yang romantis saat pacaran dulu. Manis bukan? Sayangnya semua tak berujung semanis di awal.

Saat hubungan kandas drama putus cinta pun timbul. Si mantan yang tak terima diputus sepihak murka dan memutuskan untuk meminta kembali semua barang pemberiannya. Berpikir pendek karena terlalu kesal, Alif Dermawan mengaku pernah mengungkit bahkan meminta kembali barang yang diberikan pada mantannya.

“Niatnya hanya kedok aja sih supaya bisa berkomunikasi atau bahkan bertemu kembali. Pada saat itu aku masih berharap balikan tapi dia nggak mau. Mungkin karena terlalu emosi jadi aku minta beberapa barang dikembalikan,” beber Alif. Cara ini merupakan luapan perasaan patah hati siswa SMAN 5 Pontianak ini.

Banyak kan, rasa cinta yang nggak sanggup diungkapkan justru terlihat seperti benci yang tak berkesudahan? Mungkin itulah yang dirasakan Alif pada saat itu tapi alih-alih bikin balikan, si mantan malah jadi ilfil beneran. Beruntung Alif segera cepat sadar dan mengurung kembali niatnya untuk mengusik mantan dengan meminta barang pemberiannya.

Di sisi lain, kisah cinta Clara Angelica juga nggak hanya menyisakan gonjangan rasa sepi dan hampa. Namun, juga rasa kesal yang tak terkira. Bagaimana tidak, setelah putus cinta, Clara ditagih mengembalikan barang pemberian mantan.

“Waktu terakhir ketemu, dia ungkit pengorbanan dia. Mulai dari tiket nonton yang dia bayarin, beberapa traktiran makan sampai barang-barang pemberiannya diungkit,” cuap mahasiswa STBA Pontianak ini.
Dilihat dari segi manapun, yang namanya sudah niat untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, ya harusnya benar-benar sadar betul saat memberikannya. Menyadari dan mengikhlaskan bahwa barang yang diberikan tersebut sudah menjadi hak orang lain. Lantas, tidak mungkin diambil kembali dengan alasan apapun. Tanpa terkecuali, perasaan sakit hati yang membabi buta. Jleb!

Begini ya Ferguso dan Esmeralda, supaya urusan yang berkaitan dengan uang ini nggak menjadi masalah bagi kehidupan hingga harus merendahkan harga diri sendiri dengan menarik kembali semua yang telah terberi. Lebih baik kamu fokus sekolah atau bekerja keras bagai kuda terlebih dahulu.
Percayalah, meminta kembali barang yang diberikan nggak akan membuat hatimu baik, justru menimbulkan ganjalan di dada terasa semakin berat. Terimalah patah hatimu dan tidak menyangkal emosi yang bergejolak adalah solusi terbaik. Open your mind before your mouth! (dee)

Read Previous

Persipon Menang Telak Atas Persikara

Read Next

Membentuk Paradigma Sehat dari Desa

Tinggalkan Balasan

Most Popular