Rahasia Cepat Membaca Ayat Alquran

Samsul Hidayat

Oleh: Samsul Hidayat

FENOMENA masih banyaknya masyarakat muslim di Kalimantan Barat khususnya dikalangan muallaf yang belum dapat membaca Alquran menjadi keprihatinan bersama. Diperlukan solusi dengan memberikan pembinaan dan pengajaran baca Alquran yang lebih mudah dan lebih cepat dipahami, terutama oleh orang dewasa dimana kemampuan dan daya ingatnya cenderung melemah.

Pada dasarnya belajar membaca Alquran itu hanya terdiri dari tiga tahapan. Pertama,  mengenal huruf hijaiyah. Penguasaan huruf mutlak diperlukan karena 90 persen kunci keberhasilan membaca Alquran berasal dari penguasaan huruf-huruf tersebut. Kedua, mengerti tanda-tanda baca dan tajwid dasar. Ketiga, membaca terus menerus dan berkesinambungan, inilah tahap yang paling menentukan dan disini diperlukan keistiqomahan serta semangat yang pantang menyerah.

Selama ini sudah dikenal beberapa metode cepat baca Alquran di Indonesia seperti Metode An-Nur (Jakarta), Metode QLC (Jakarta), Metode SMART (Surakarta), Metode Qiroati, Metode Al-Kaustar (Yogyakarta), Metode al-Fatah (Kalasan) dan beberapa metode cepat lainnya. Sementara di Kalimantan Barat terdapat salah satu metode cepat baca Alquran yaitu metode Quantum Hijaiyah.

Ada beberapa rahasia bagaimana agar seseorang bisa membaca ayat Alquran dengan mudah dan cepat. Pertama, menguasai huruf hijaiyah. Berdasarkan pengalaman penulis dalam mengajar Alquran, problem utama yang menyebabkan seseorang lambat atau tidak bisa membaca Alquran karena lemahnya pondasi dalam penguasaan huruf hijaiyah.

Huruf hijaiyah adalah kunci utama, jika seorang murid ingin membaca Alquran, karena setelah huruf dikuasai maka selanjutnya tinggal melanjutkan ke tanda baca huruf. Bagi kalangan dewasa, diperlukan teknik atau metode yang tidak lagi berbasis hafalan. Sementara bagi anak-anak diperlukan metode pengenalan huruf yang menyenangkan misalnya dengan melalui huruf hijaiyah bergambar dan berwarna sehingga pembelajaran tidak monoton dan menjadi atraktif.

Kedua, mengerti tanda-tanda baca. Setelah menguasai huruf hijaiyah, seorang pembelajar Alquran harus bisa mengenal beberapa tanda baca dalam mengeja huruf hijaiyah. Teknik pengenalan tanda baca huruf hijaiyah harus dikonstruksi sedemikian rupa sehingga menjadi lebih mudah untuk dipraktekkan oleh pemula. Misalnya, pada tanda baca Fathah, Kasroh dan Dhommah, akan lebih mudah mengerti tanda baca huruf, jika diberikan contoh huruf bergambar sesuai dengan tanda baca yang sedang dipelajari.

Ketiga, memahami ilmu tajwid. Di dalam pembelajaran Alquran, agar pemula bisa lebih cepat membaca ayat Alquran, perlu di ajarkan pemahaman tentang tajwid dasar, meskipun tidak dilakukan seperti pengajaran tajwid pada umumnya. Caranya murid tidak sertamerta harus dikenalkan dengan nama-nama tajwid, tapi langsung pada contoh dan praktek bacaan yang mengandung makna tajwid tertentu. Dengan mengenalkan tajwid melalui praktek langsung, maka seorang murid tidak harus bersusah payah menghafal nama-nama tajwid dan cukup langsung dipandu membaca ayat-ayat yang sesuai dengan kaidah tajwid.

Saat ini salah satu metode cepat baca Alquran yang saat ini banyak digunakan hampir di seluruh wilayah Kalimantan Barat adalah metode Quantum Hijaiyah. Kegiatan bimbingan cepat baca Alquran metode Quantum Hijaiyah dirancang khusus untuk usia dewasa yang sama sekali belum mengenal huruf-huruf hijaiyah dan cara membaca Alquran. Bimbingan dengan metode Quantum Hijaiyah hanya membutuhkan waktu 19 jam efektif, dan murid pemula pada umumnya sudah dapat membaca Alquran tingkat dasar atau perlahan-lahan namun sudah benar dalam kaidah baca Alquran.

Melengkapi metode yang sudah ada sebelumnya, metode Quantum Hijaiyah menawarkan sebuah teknik terbaru pembelajaran Alquran dengan menggabungkan beberapa metode pembelajaan cepat seperti metode asosiasi, metode pemahaman dan teknik memaksimalkan fungsi otak kanan dengan memberdayakan kemampuan visualisasi dan imajinasi peserta sehingga belajar Alquran menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan menyenangkan.

Jika dibandingkan dengan sistem belajar Alquran metode konvensional, maka metode Quantum Hijaiyah dapat membuat peserta puluhan kali lebih cepat dalam membaca Alquran. Hal ini karena selama ini teknik belajar Alquran dengan sistem lama kebanyakan menggunakan sistem hafalan (otak kiri) dan sima’an (mengikuti apa yang dibaca guru).

Ada beberapa perbedaan dan keunggulan metode Quantum Hijaiyah (2015: 15) dibandingkan dengan metode-metode cepat baca Alquran di Indonesia. Pertama, Metode Quantum Hijaiyah menggunakan teknik maksimalisasi fungsi otak kanan sehingga membuat murid tidak mudah lupa dan belajar Alquran menjadi sangat mudah. Dalam pembelajaran metode ini, murid dikenalkan dengan huruf yang diasosiasikan dengan gambar tertentu dan warna sehingga murid bisa lebih cepat mengingat huruf dalam waktu yang lama.

Kedua, teknik baca huruf hijaiyah menggunakan metode ejaan abjad bahasa Indonesia. Misal huruf ALIF tidak lagi dibaca Alif, tapi “A”, huruf BA dibaca “B”, dan seterusnya. Hal ini karena penggunaan huruf abjad sebagai awal huruf ternyata lebih mudah dan cepat diingat oleh peserta. Penggunaan ejaan huruf hijaiyah yang berbasis bahasa atau abjad Indonesia membuat murid merasa “bersahabat” dengan huruf asing seperti huruf hijaiyah.

Ketiga, Sebagai kunci cepat bisa membaca Alquran, maka teknik pengenalan huruf hijaiyah (tanpa hafalan) dikemas dalam suatu bentuk asosiasi gambar berwarna yang disesuaikan dengan sistem konsonan/vokal huruf sehingga peserta sudah dapat mengenal dan membaca seluruh huruf hijaiyah (secara permanen) tanpa hafalan paling lama hanya dalam waktu 2 jam. Misal huruf A, penulis gambarkan dalam sebuah benda yang mirip dengan A dan awalan nama benda itu adalah A. Begitupun ketika mengenal huruf B (Ba), penulis mengasosiasikan sebuah gambar yang bentuknya seperti huruf B dan awalan nama benda itu adalah B, dan begitu seterusnya.

Keempat, materi tajwid secara otomatis diajarkan melalui “5 jurus tanda baca” tanpa harus dipelajari secara teoritik, sehingga sejak awal murid sudah membaca Alquran sesuai dengan kaidah yang benar. Pengenalan tajwid dasar sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian bacaan dapat dipahami dan dibaca sesuai dengan kaidah yang ada.

Kelima, seluruh proses pembelajaran harus dilakukan dalam suasana santai dan menyenangkan sehingga murid yang sudah berumur dapat mengikuti materi sampai tuntas dengan hasil yang maksimal.

Dari berbagai metode cepat baca Alquran yang ada di Indonesia, pada umumnya metode tersebut mampu membuat murid bisa membaca Alquran meski dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, apapun metode yang ditawarkan, seorang murid yang telah mengikuti pembelajaran, harus mendapat bimbingan berkelanjutan agar kemampuan baca Alquran mereka dapat berkembang sehingga target utama yang diharapkan yaitu dapat membaca Alquran dengan lancar dan tartil dapat tercapai.**

*Penulis adalah Wakil Ketua PW Muhammadiyah Kalbar.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!