Rakor Bersama Konjen RI Kuching Di PLBN Aruk, Bikin Kebijakan Bantu TKI Mudik

KOORDINASI: Pemkab Sambas bersama Forkopimda lakukan Rakor dengan Konjen RI di Kuching. Kegiatan dilaksanakan di PLBN Aruk. OZY/Pontianak Post

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas dengan Konsul Jenderal RI di Kuching melakukan rapat koordinasi pada Rabu (15/4) di ruang pertemuan Mess PLBN Aruk. Kegiatan yang dilaksanakan menindaklanjuti perpanjangan lockdown pihak Malaysia yang berdampak semakin banyaknya tenaga kerja yang pulang ke Sambas ditambah lagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam kegiatan yang dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Kapolres, Dandim, sejumlah OPD terkait, Kepala PLBN Aruk, Kepala Pengadilan Agama Sambas, Imigrasi serta pihak terkait lainnya, ingin mendengarkan penjelasan dari Konjen RI di Kuching berkaitan kondisi warga Sambas dan TKI pada umumnya yang saat ini masih berada di Malaysia. “Ini adalah bagian respons berkaitan dengan kondisi warga Indonesia yang ada di Malaysia. Lantaran masa lockdown di Malaysia diperpanjang, dan sekarang menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” kata Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH.

Konsul Jenderal RI di Kuching, Yonny Tri Prayitno menyebutkan pihaknya berupa memberikan pelayanan terbaik kepada warga Indonesia yang saat ini mengadu nasib di Malaysia, ditengah mewabahnya covid 19 dimana negara Malaysia melakukan lockdown. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH menyebutkan sudah menjadi rutinitas, menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Warga Sambas yang bekerja di Malaysia, akan mudik. Namun kondisi saat ini berbeda, dimana di seluruh dunia termasuk Indonesia dan di Kabupaten Sambas terjadi wabah covid 19. Dan inilah yang menjadi topik utama dalam raker Pemkab bersama dengan Konjen RI di Kuching.

“Pihak Sambas kemudian dari Konjen di Kuching, membicarakan langkah-langkah yang akan diambil menyikapi kondisi ini. Lantaran dari informasi, dan kebetulan saya juga memantau langsung melalui alat komunikasi, jika ada warga Sambas yang bekerja di Malaysia ada yang ingin pulang sekarang karena diantaranya sudah tak bisa bekerja karena lockdown sementara kebutuhan jalan terus, dan ada yang ingin pulang mendekati lebaran, karena disana masih bekerja,” kata Ketua DPD Golkar Kabupaten Sambas ini.

Warga yang tak bekerja dan ingin pulang sekarang inilah yang harus segera dicarikan solusinya. Dan seperti yang disampaikan Konjen RI, langkah-langkah sudah dilakukan hanya saja mereka terbentur personil karena warga Sambas bekerja di tempat yang menyebar dan terkadang sulit dijangkau. “Menyikapi hal itu Konjen menyampaikan usul, adanya relawan yang itu nantinya bisa menghimpun data-data warga Sambas atau warga Indonesia yang masih di Malaysia yang tak bisa bekerja dan akan segera pulang. Dan data-data itulah nantinya bisa menjadi dasar kebijakan yang akan diambil, apakah akan dikirim bantuan berupa kebutuhan pokok dan penting atau menyiapkan sarana dan prasarana untuk bisa pulang,” katanya. Termasuk penerapan protokoler kesehatan jika kebijakan ini diambil.

Haji Dedek sapaan akrabnya, juga menyarankan kepada warga Sambas yang memiliki keluarga bekerja di Malaysia. Silahkan untuk menyampaikan nama, posisi, bekerja dimana kepada tim Gugus Tugas, yang ini akan membantu upaya pendataan yang dilakukan relawan di Malaysia. “Mengenai rencana kebijakan yang akan dilaksanakan, tentunya akan dibahas secara mendalam lagi, namun intinya kami di lembaga DPRD Kabupaten Sambas, akan mendukung upaya itu selama hal tersebut menyangkut masyarakat,” katanya.(fah)

error: Content is protected !!