Raksasa Itu Bernama BUMN

Oleh Edward UP Nainggolan*   

Oktober lalu, Presiden Joko Widodo menetapkan salah satu menteri yang menjadi sorotan publik yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir. Usianya relatif muda dan belum berpengalaman di birokrasi. Namun dia harus mengurus  143 BUMN dengan total aset Rp8.092 triliun. Bidang usahanya sangat beraneka ragam dan permasalahannya sangat pelik.

Penetapan Erick Tohir sebagai Menteri BUMN memberikan harapan besar untuk memajukan BUMN. Erick Tohir merupakan pengusaha muda yang sukses, professional dan tidak mempunyai ‘dosa’ masa lalu di pemerintahan.

Tantangan dalam meningkatkan kinerja BUMN tidaklah mudah. Dibutuhkan ketegasan, konsistensi, dan profesionalisme. Erick juga harus tegas menolak KKN dan konflik kepentingan,

Kondisi dan Kinerja BUMN

Sesuai UU No 19 Tahun 2003, BUMN merupakan badan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki negara melalui penyertaan modal langsung. BUMN merupakan kekayaaan negara yang dipisahkan, yang tatakelola keuangannya berbeda dengan APBN. Terdapat dua bentuk BUMN yaitu badan usaha perseroan (Persero) dan perusahaan umum (Perum). Sebelum UU No.19 tahun 2003 berlaku, terdapat Perusahaan Jawatan (Perjan), namun dengan UU tersebut, Perjan ditiadakan.

Persero merupakan BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya dalam saham-saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51 persen dimiliki oleh pemerintah, yang tujuan utamanya adalah mengejar keuntungan. Persero tunduk pada ketentuan dan prinsip perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam UU tentang Perseroan Terbatas.

Sementara itu, Perum merupakan BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara, tidak terbagi atas saham dan diatur tersendiri dalam peraturan pemerintah. Perum didirikan di samping untuk mengejar keuntungan juga untuk melayani kepentingan masyarakat.

Pada 2017, jumlah BUMN sebanyak 115 BUMN dengan rincian 14 perum, 84 persero, dan 17 persero Tbk (go public). Namun pada 2018 jumlah BUMN tersebut menyusut menjadi 143 dengan jumlah aset Rp8.092 triliun, naik sebesar 12 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp7.210 triliun.

Read Previous

Minuman Berkafein Cegah Obesitas

Read Next

Maksimalkan Gedung Penyuluh KB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *