Ramadhan Belenggu Setan

Syarif

Oleh: Syarif*

Ada hadis yang menyatakan bahwa “idzâ dakhala ramadhâna futihat abwâbu al-jannati wa ghlliqat abwâbu al-nâri wasuffidati al-syayâthînu (jika masuk Ramadan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan-setan dibelenggu).”

Pada hadis ini ada kata setan yang dibelenggu. Muncul pertanyaan pada benak kita, bagaimanakah bentuk setan yang dibelenggu. Tetapi pertanyaan yang paling jarang dimunculkan dan sangat jarang dijelaskan ialah, apa setan itu? Seperti apa bentuknya?Bagaimana cara mengenalinya? Selama ini yang paling sering kita dengar dan kita baca adalah hanya tentang cerita bahwa setan itu ada. Tetapi ketika ditanya kepada siapapun hatta orang paling tua sekalipun bahwa, berapa kali pernah melihat setan? Jawabannya seragam bahwa mereka tidak pernah bertemu dan melihat setan. Kita pun pasti bertanya-tanya selama ini walaupun pertanyaan itu sering terpendam, bahwa seperti apa rupanya setan terbelenggu pada bulan Ramadan itu.

Setan itu disebut sebanyak 88 kali di dalam keterangan  teks-teks Alquran. Sebenarnya di mana setan itu. Sebuah hadis menuturkan bahwa “setan itu ada dan memperdayamu lewat pembuluh darahmu, maka persempitlah jalannya denganshiyam”. Ini sejalan dengan hadis lain bahwa “khalaqallâu al-insâna min arbaáti asyyâì mina al-riîhi, wa al-mâì, wa al-thîni wa al-nâri (Allah menjadikan manusia itu dari empat rahasia yaitu rahasia dari angin, rahasia ari air, rahasia dari tanah, dan rahasia dari api).”

Empat anasir ini terdapat di dalam sari pati tanah yang tersaring, “an sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah.”(Qs. al-Mu`minûn/23:12).

Saripati dari tanah itu menjadi saripati air yang hina “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina” (al-Sajadah/32: 8).Inilah yang dimaksud dengan air yang terpancar s ebagai asal kejadian insan “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan” (Qs. al-Thâriq/86:5-7). Empat anasir ini yang nanti kemudian menjadi usul terjadinya manusia sebagai substansi kufr dalam diri.

Uraian rahasia asal kejadian yang nyata wujud dalam diri kita adalah sebagai berikut, bahwa pertama, ada hawa yaitu  sifat pantang kelintasan pada kamu oleh karena rahasia angin bernama ruh raihan memehuni seluruh rongga pada tubuhmu. Kedua, ada nafsu yaitu sifat pantang kerendahan pada kamu oleh karena rahasia air bernama ruh rahmani menjadi urat, benak, dan tulang pada tubuhmu. Ketiga, ada dunia yaitu sifat pantang kekurangan pada kamu, oleh karena rahasia tanah bernama ruh jasmani menjadi daging, kulit, dan bulu atau roma pada tubuhmu. Keempat, ada nafsu yaitu sifat pantang kalah pada kamu oleh karena rahasia api bernama ruh idhafi menjadi darah pada tubuhmu.

Dari keempat rahasia ini, setan yaitu sifat pantang kalah lah yang paling dominan. Karena ada sifat pantang kalah lah maka orang bersifat pantang kelintasan, pantang kerendahan, dan pantang kekurangan. Oleh sebab itu keempat sifat yang tak lain adalah insân ini disebut Setan. Jadi setan itu bukan subyek atau wujud subyek, melainkan setan itu adalah sifat. Disebut setan itu sebagai nama bisikan dan nama pernuatan iblis. Maka sesiapa yang bertindak dan berkata dengan mereferinsi setan dan datil sifat-sifat HNDS itu disebut iblis.

Ternyata setan itu ada pada diri kita oleh karena anasir api telah menjadi darah pada kita. Ada rahasia pada api itu yaitu ruh idlafi, dan ia menjadi imam dari anasir yang lainnya seperti di atas. Potensi sifat negatif yang diadaptir ruh ini ialah sifat pantang kalah. Tetapi potensi itu tidak muncul sebelum ada yang menggerakkannya. Seperti orang tidur ada darah padanya tetapi pontensi itu tidak berfungsi. Kemudian jika diri kita masuk lagi ke dalam tubuh itu saat kita terbangun, maka potensi itu menjadi aktif dan berfungsi lagi. Begitulah asalnya bahwa sebelum ruh atau diri kita ini ditiupkan, maka sang cabang bayi di dalam kendungan ibunya belum bergerak. Fakta ini sangat signifikan ketika ditanya kepada kaum ibu dan ahli kandungan bahwa sebelum orok itu berumur 14 bulan kurang-lebih, orok tersebut belum bergerak. Sedang menurut hadis ruh itu ditiupkan ke dalam manusia ialah pada saat kandungan berumur empat bulan sepuluh hari.

Kembali kepada bahasan tentang setan, sesungguhnya ia bukan wujud makhluk di luar diri ini, tetapi ia adalah salah satu yang berasal dari asal kejadian tubuh jasadiyah  kita yang mendongkrak dan mengimami potensi-potensi negatif yaitu keburukan atau kekufuran. Dia sebenarnya nama bisikan dari iblis izazil yaitu iblis yang terisolir dari komunitas awalnya sebagai malaikat (Qs. al-Baqarah/2:34) karena kesombongan dan pembangkangannya. Adapun wujud nyatanya setan pada diri manusia adalah berbentuk pertama, orang pemarah yang pasti membawa kepada keburukan “karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”(Q.s. 12:53). Kedua, bentuk-bentuk kejahatan itu ialah: setan menghembuskan bisikan untuk membangkitkan nafsu birahi terutama pada yang tidak halal “Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya”(Qs. Al-A’râf/7:20); berwujud pada pemakan riba “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila” (Qs. al-Baqarah/2:275); berwujud pada peminum minuman keras dan sejenisnya, pejudi, penyembah berhala, dan pengundi nasib (Q.s. 5:90); setan berwujud pada manusia yang menibulkan permusuhan dan kebencian “Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) Qs. al-Mâidah/5:91).

Ketiga, bentuk lain atau personifikasi kejahatan setan itu nyata pada para pendusta dan pendosa, seperti dimuat di dalam teks-teks ayat berikut di dalam surah yang berarti para penya’ir ayat:“Apakah akan aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun?; mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa; mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendustadan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat; tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah [menjajakan kedustaannya dari mulut-ke mulut]; dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya?” (Qs.al-Syu’araa`/26: 221-226)

Jika ditelusuri keterangan teks-teks dalam kitab al-Qur`an masih banyak lagi bentuk-bentuk nyatanya dari setan. Oleh karena itu Allah menyebutnya bahwa setan itu adalah musuh yang sangat nyata “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh lagi nyata bagimu; Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya seitan itu musuh yang nyata bagimu”(Qs. al-Baqarah/2:168, 208). Dengan mengenal setan itu apa, di mana, dan sepertiapa bentuknya, dapatlah kita dengan puasa Ramadan ini membelenggu kehendaknya yang buruk. Namun, belenggu itu tidak dapat kita lakukan sendiri melainkan kita harus membawanya ke hadapan Allah sembari menegakkan hubungan dengan-Nya yaitu shalat untuk meminta pertolongan-Nya supaya setan yang sangat tidak berjarak dengan kita ini dipisahkan dari diri kita sehingga hati ini benar-benar dapat terpelihara dari tipu dayanya.Artinya bukan lapar dan haus itu yang dapat membelngggu sifat kekufuran pada diri ini, melain pertolongan Allah Swt karena kita menegakkan shalat lah yang dapat membelenggunya. Sekali lahi Ramadan dan segenap amaliah di dalamnya ternyata hanya merupakan wadah royâdhah untuk mengenal dan mengendalikan setan.**

*Penulis adalah Rektor IAIN Pontianak. 

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!