Rangkul Generasi Muda, Tingkatkan Hasil Pertanian Kubu Raya

milenial bertani

GERAKAN TANAM PADI: Bupati dan wakil bupati Kubu Raya bersama gubernur Kalimantan Barat, merangkul masyarakat untuk menggalakkan gerakan tanam padi di Kubu Raya | ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

Lahan sawah dengan luas sekitar 3 ribu hektar di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (3/11) dipenuhi masyarakat dari beragam kalangan. Mereka hadir untuk sama-sama memulai gerakan wisata tanam padi milenial. 

Ashri Isnaini, SUNGAI KAKAP

SEJAK pukul 07.00 Wib rombongan masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Sungai Kakap mendatangi kawasan sawah Desa Parit Keladi. Selain gabungan kelompok tani, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, , Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Forkorpimda termasuk TNI/Polri, tampak rombongan ibu rumah tangga bersama anak-anak, para pelajar dan mahasiswa turut mendatangi lokasi sawah.

“Gerakan tanam padi bersama ini yang melibatkan anak-anak ini sepertinya baru kali ini dilakukan. Makanya saat tahu ada kegiatan ini saya meluangkan waktu membawa anak saya untuk ikut kegiatan ini,” kata warga Desa Parit Keladi, Erni (38).

Erni melihat beberapa tahun terakhir memang minat generasi muda di beberapa desa termasuk di desanya kian surut untuk membantu orang tuanya menanam padi di sawah. Padahal kata dia, jika ditekuni dengan menanam padi di sawah memberikan kontribusi besar untuk menjaga ketahanan pangan setidaknya di tingkat rumah tangga.

“Makanya saya sebagai warga bersyukur pemerintah kembali menggencarkan tanam padi dengan mengemasnya melalui wisata tanam padi dan melibatkan generasi muda. Jadi anak-anak muda ini bisa merasakan sekaligus belajar bagaimana rasanya menanam padi di sawah,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan, Warga desa Punggur, Saleh (45) yang turut mendatangi lokasi wisata tanam padi milenial. “Saya berharap, tidak sekedar bisa merasakan bagaimana pengalaman menanam padi di sawah, namun masyarakat umum, khususnya kalangan generasi muda ini mulai lebih sadar dan peduli menjaga dan mengolah lahan sawah yang cukup luas disekitar tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Mulai tumbuhnya kepedulian masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan hasil pertanian tersebut kata Saleh pada akhirnya juga akan mendorong lebih cepat terealisasinya swasembada pangan khususnya di Kubu Raya.

Usai turut menanam padi, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menerangkan pihaknya sengaja menggencarkan gerakan wisata tanam padi milenal, lantaran menilai hal tersebut bisa menjadi salah satu cara membangkitkan semangat generasi muda untuk lebih peduli menjaga dan meningkatkan hasil pertanian. “Saya berharap menanam padi ini menjadi suatu pekerjaan dan peradaban yang selalu diutamakan dan nantinya lebih banyak kalangan petani milenial yang berkontribusi untuk mendorong tumbuhnya sektor pertanian di Kubu Raya ini,” ucap Muda.

Sementara itu Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menambahkan, tidak sekedar mengenalkan dan merangkul masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian,  namun dia juga berharap dengan gerakan wisata tanam padi milenial bisa menjadi salah satu wadah untuk mengembalikan kejayaan beras lokal di Kubu Raya.

“InsyaAllah hasil dari tanam padi ini, nantinya akan jadi hasil produk beras lokal Kubu Raya yang akan dilaunching pada Januari atau Februari 2020 dengan kemasan dan sistem pasar yang kami jaga sehingga juga bisa mendorong meningkatnya kesejahtraan petani,” ungkapnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menilai gerakan wisata tanam padi milenial salah satunya bertujuan mendorong Kabupaten Kubu Raya terutama masyarakatnya untuk target capaian produksi pangan terutama beras terealisasi.  “Disini ada 29.000 hektar lahan dan kalau rata-rata 1 hektar itu 3 ton dan kalau 2 kali panen bisa 6 ton gabah kering,” jelasnya.

“6 ton itu setara dengan 4 ton beras berarti produksi disini lebih dari 100 ribu ton beras kalau 2 kali panen. Kebutuhan kubu raya untuk 100 ribu itu lebih dari cukup, karena kebutuhan sekalbar itu 546 ribu ton,” ucap Sutarmidji.

Menurutnya, jika hasil padi di Kubu Raya sudah mencapai100 ribu ton, Kabupaten Landak bisa 100 ribu, kata dia maka Kalimantan Barat bisa surplus pangan, karena Kabupaten Ketapang kemudian Mempawah, Sanggau dan daerah lainnya perkiraan diperkirakan bisa sampai 800 ribu ton gabah kering giling dan itu setara dengan 600 ribu ton beras.

“Lahan pertanian Kabupaten Kubu Raya kurang lebih 30.000 hektar, 30.000 hektar itu kalau bisa rata-rata 2 kali tanam maka menghasilkan paling kurang 100 ribu ton beras,” terangnya.

Pria yang sebelumnya menjabat Wali Kota Pontianak dua periode ini menambahkan kalau sekarang 1 hektar baru 3 ton gabah kering giling bisa di upayakan menjadi 4 sampai 5 ton. Menurutnya, jika bisa mencapai 4 ton gabah kering giling maka dengan luas 217 hektar kemudian 2 kali tanam berarti 435 ribu hektar. “kalau ada 3 ton saja maka akan ada kurang lebih 1,2 juta ton gabah kering giling itu setara dengan 800 ribu ton beras,”

“Ini yang terus kami upayakan dan mudah-mudahan Kabupaten Kubu Raya beserta Kabupaten lainnya menjadi pelopor untuk ketidak tergantungan beras dari luar lagi,” ucapnya.

Orang nomor satu Pemprov Kalbar juga berharap mudah-mudahan tahun depan akhir tahun 2020 tidak ada lagi beras luar yang masuk ke Provinsi Kalbar, bahkan kita yang mengirim beras.

“Saya juga meminta Rektor Untan khususnya di Fakultas pertwanian terus mengkaji bibit yang cocok untuk Pengembangan Provinsi Kalbar. Kita semangati kegiatan ini, kenapa melibatkan milenial supaya orang tuanya yang punyah lahan sawah atau lahan tanam itu jangan dijual, dan anak-anaknya nanti bisa melanjutkan sehingga luas lahan tanam padi itu tidak berkurang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI, Muhammad Nur Rahmad mengapresiasi gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang digagas oleh Bupati Kubu Raya ini. Gerakan yang melibatkan para pemuda untuk mewujudkan kemandirian dalam bidang pertanian.

Dia menilai, gerakan wisata tanam padi yang digalakkan Pemerintah Kubu Raya ini sangat  baik lantaran merangkul para pemuda milenial bagaimana untuk mencintai pertanian, “Saat ini kan mereka rata-rata usianya masih muda sehingga program pemuda milenial ini sangat baik,” tuturnya

“Kodam XII Tanjungpura sangat menyambut acara ini, harapan kami nanti ini merupakan salah satu model pembinaan pemuda di desa-desa sehingga dapat menambah jumlah tenaga kerja dibidang pertanian,” pungkasnya. (ash)

 

Read Previous

Umrah Bersama PT Al Mahdar

Read Next

MTQ ke-XXXI Diikuti 413 Peserta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *