Rapid Test Capai 2 Ribu Orang

PERS RILIS: Bupati Sintang Jarot Winarno saat menyampaikan pers rilis mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Sintang, bertempat di Pendopo Bupati, Senin (11/5). ISTIMEWA

SINTANG – Bertempat di Pendopo Bupati Sintang, bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Bupati Sintang Jarot Winarno mengumumkan penggunaan rapid test yang telah dilakukan pada berbagai kluster. Orang nomor satu di Bumi Senentang ini menyebutkan, sebanyak 1.969 kit rapid test telah digunakan dan mendapati sekitar 183 Orang tanpa Gejala (OTG) yang reaktif. Data tersebut telah disampaikan langsung melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang pada laman resminya.

“Saya tegaskan, sebanyak 1969 kit rapid test yang telah dipakai. Tes ini dilakukan dalam rangka penelusuran kontak pasien OTG yang telah dinyatakan reaktif,” ujar Jarot, Senin (11/5) di Sintang.

Dia menjelaskan, ini perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang. Menurutnya, jika cepat menemukan kontak pasien dan memeriksa kondisiya, orang tersebut bisa langsung di karantina dan mendapat penanganan yang intensif.

“Tidak mungkin Corona ini hilang di Sintang jika tak ditemukan orangnya dan kita karantina orang tersebut. Ini dilakukan agar tidak menularkan ke yang lain, dengan begitu kita bisa tuntaskan penyebaran Covid-19 di Sintang,” tegas Jarot.

Penggunaan rapid test tersebut, kata dia, dilakukan ke beberapa kluster setelah dilakukan indentifikasi dan penyelidikan epidemiologi. Jarot berujar, pihaknya memulai dari lokasi dimana ada pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tenggorokan dan yang dinyatakan reaktif.

Kluster pertama, pihaknya menelusuri, Kelurahan Teluk Menyurai. Kemudian ditelusuri kontak pasien dan orang terdekatnya termasuk keluarga. Sedangkan, kluster kedua dari Kelurahan Menyumbung, kemudian dilanjutkan kluster santri yang pulang dari Pondok Pesantren di Magetan, Jawa Timur.

“Kita kemudian lakukan tracing dan yang reaktif kita klasifikasikan pasien tersebut OTG. Tak hanya itu, kluster dari Bogor yang pulang ke Sintang setelah mengikuti kegiatan keagamaan juga kita telusuri. Termasuk juga kluster yang rentan, yakni dari petugas medis sebagai garda depan pengawal Covid-19 di Sintang, kita rapid test juga dan ada beberapa yang reaktif,” jelasnya lagi.

Namun, Jarot menegaskan, ini baru rapid test. Dan pasien tersebut belum terkonfirmasi Covid-19. Meski harus diuji melalui hasil Swab Tenggorokan dan PCR di Pontianak.

“Saya tegaskan ini baru rapid test, masih langkah awal kita untuk antisipasi dan tentukan langkah dalam hentikan penyebarannya, jangan beri stigma kepada mereka,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan rumah karantina di Gedung Serbaguna untuk dijadikan ruang isolasi pasien tersebut. Kendati rapid test bukan penentu untuk pasien bisa dikatakan terkonfirmasi Covid-19. Jarot tetap meminta masyarakat untuk bersama-sama melawan virus ini.

“Jika kita bersama-sama bekerja dan masyarakat tetap mendukung, maka kita bisa cepat lalui ini bersama,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini RSUD Ade M Djoen Sintang tengah merawat dua pasien PDP yang telah terkonfirmasi Covid-19 dan sedang intensif di karantina pada ruang isolasi khusus. (fds)

error: Content is protected !!