Rasa Gatal pada Organ Kewanitaan

for her potianakpost

ilustrasi

Beberapa perempuan sering merasa gatal di area vagina. Tidak hanya gatal, terkadang muncul bintik-bintik merah hingga bercak kental berwarna putih susu. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Berbahayakan jika tidak segera ditangani?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Dokter Spesialis Dermato-Venereologist, Yuliana Teguh mengatakan berbicara mengenai infeksi ragi pada vagina berarti bicara tentang keputihan. Bisa disebabkan karena keputihan maupun infeksi pada kulit. Penyebab keputihan tergolong cukup banyak. Salah satunya adalah sel ragi.

“Mungkin orang lebih mengenalnya dengan sebutan infeksi jamur candida,” kata Yuliana.

Spesies jamur candida cukup banyak. Tetapi, pada umumnya jenis candida yang kerap menyerang adalah candida albicans. Spesies ini menjadi penyebab paling banyak pada keputihan maupun candida cutis. Pada vagina disebut candida vaginalis. Yuliana menuturkan jamur candida merupakan kategori infeksi jamur intermediet.

“Artinya, bisa menyerang kulit dan mukosa. Tidak murni hanya di kulit,” ujarnya.

Gejala dominan yang kerap timbul pada keputihan adalah rasa gatal. Penderita, khususnya kaum hawa akan mengeluh adanya bercak berwarna putih seperti santan basi di celana dalamnya. Jika menyerang bagian kulit (candida cutis) akan terjadi di bagian lipatan, baik area vagina, selangkangan, payudara dan ketiak.

Dokter di Klinik Yu Tee Jalan A.R Saleh Pontianak ini menyatakan pada penelitian dan literatur yang ada, hampir 90 sampai 99 persen perempuan pernah mengalami kondisi (keputihan). Dan, setelah diobati sekitar 45 sampai 70 persen mengalami pengulangan.

“Karena pada dasarnya sel ragi ada di dalam tubuh dan bersifat normal,” ungkap Yuliana.

Hanya saja, jika ada yang mengalami infeksi (terinfeksi) dan dilakukan pengujian, yang terlihat bukanlah sel ragi, melainkan pseudohifa atau gambaran tali panjang bersekat, akan dilakukan diagnosa sepsies candida. Penyakit ini bisa diobati dan membuat kondisi kembali normal. Namun, bukan menghilangkan ragi yang ada.

Kondisi akan berdampak buruk dan menimbulkan keluhan jika overgrowth. Adanya rasa gatal. Saat diperiksa secara klinis terlihat bintik merah seperti buah cherry di bagian vagina. Selain itu, ada bubur putih layaknya santan basi (keputihan). Sedangkan infeksi di bagian kulit, kulit memiliki titik-titik merah (lesi satelit).

Infeksi pada vagina maupun kulit memiliki pemicu. Paling sederhana dan sering terjadi adalah kondisi lembab. Semakin lembab, jamur akan semakin subur. Ada underline cross. Biasanya, penyebab paling umum adalah penyakit diabetes yang tidak terkontrol.

“Jika sudah begitu, pasien harus bisa menghindari agar vagina dan kulit tetap kering dan tidak lembab,” kata Yuliana.

Dokter di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak ini menambahkan di dalam daerah vagina selain ada sel ragi yang normal (diperiksa di mikroskopis) terdapat hiva berbentuk seperti tabung, tetapi pendek. Apabila hiva menyambung hingga panjang, ia akan membentuk pseudohifa. Ini adalah patogen dan harus diobati. Ketika jamur overgrowth, ada bakteri baik (lactobacillus) yang akan tertekan. Disarankan jika timbul keputihan, segera diobati dan tambahkan unsur bakteri baik agar bisa menekan tumbuhnya jamur. Selama melakukan terapi, usahakan penderita sering mencuci vagina. Jika punya riwayat diabetes jangan lupa dikontrol.

Dia menyarankan agar selalu mengeringkan area vagina setelah buang air besar dan air kecil. Sebab, kebanyakan wanita hanya sekadar membilas menggunakan air dan langsung menggunakan celana dalam. Kondisi lembab ini disukai jamur. Saat mencuci, juga harus memperhatikan arah, dimulai dari atas ke bawah. Bukan sebaliknya.

Ada juga yang mengerti dan mengeringkan vagina menggunakan handuk setelah buang air kecil. Namun, tidak memperhatikan kebersihan handuk. Handuk kerap digunakan dan jarang dicuci, atau hanya dijemur. Hal ini juga dapat berdampak pada pertumbuhan jamur. Karena di dalam handuk sudah banyak penghantar media jamur.

Apakah jamur bisa menyerang bagian dalam? Menurut Yuliana, jamur ada tiga macam, superfisial, intermedia dan profunda.

“Yang bisa menyerang sampai dalam termasuk kategori penyakit infeksi profunda,” ujarnya.

Profunda terbagi atas beberapa jenis dan spesies. Bukan hanya candida. Candida bisa menyerang kemana-mana, termasuk ke paru-paru dan organ dalam.

“Terkadang ada penyakit infeksi paru, sering batuk. Suspect-nya penyakit TBC, diberi obat TBC tidak sembuh. Begitu diambil kultur terdapat jamur. Harusnya diberikan obat terapi antijamur,” pungkas Yuliana. **

Read Previous

“Kasih Tiada Batas” Ai Xin Bantu Warga Kurang Mampu

Read Next

RedDoorz Terus Berekspansi

Tinggalkan Balasan

Most Popular