Ratusan Biduan Antre Audisi Liga Dangdut Indonesia

AUDISI: Para peserta audisi Liga Dangdut 2020 menunggu untuk dipanggil unjuk suara di Mal Ramayana Pontianak, Minggu (1/12). Aristono/Pontianak Post

PONTIANAK – Ratusan orang mengikuti Audisi Lida (Liga Dangdut Indonesia) 2020 di Mal Ramayana Pontianak, Minggu (1/12). Mereka rela antre, kendati hujan dan panas silih berganti mewarnai tempat pendaftaran di halaman Ramayana. Lia salah seorang peserta audisi berharap bisa lolos dalam audisi daerah ini. Pasalnya menjadi bintang dangdut adalah cita-cita terbesarnya.

“Tentu menjadi penyanyi top adalah impian saya. Untuk meraih itu, makanya saya ikut audisi ini. Grogi sih karena baru pertama kali ikut. Walaupun saya sudah terbiasa menyanyi di depan orang ramai, tetapi di acara-acara seperti perkawinan dan panggung kampung-kampung,” ujar gadis 17 tahun asal Sungai Kakap, Kubu Raya mengaku ini.

Lida memang menjadi salah satu ajang pencarian bakat terpopuler di Indonesia. Gelaran yang sebelumnya bernama D’Academy ini bukan barang asing bagi bakat Kalbar. Weny asal Kubu Raya sebelumnya pernah menjadi juara 1 pada musim ke dua D’Academy. Sedangkan Aulia dari Pontainak meraih peringkat 3 pada D’Academy 3. “Pontianak menjadi salah satu kota yang istimewa karena pernah melahirkan juara-juara. Secara karakter, penyanyi di sini kental nuansa Melayu yang memiliki cengkok khas,” sebut Allan Dilyanto, selaku general manager produksi Indosiar dalam konferensi pers.

Syarat menjadi peserta cukup mudah. Calon peserta yang berusia 14 – 25 tahun pria maupun wanita dengan bakat menyanyi dangdut hadir ke lokasi audisi dengan membawa kelengkapan lampiran formulir dan identitas diri. Peserta yang lolos audisi akan kembali berjuang mewakili provinsinya dan bertemu dengan duta provinsi lainnya untuk memperebutkan gelar bergengsi di panggung Lida 2020. “Minimal di setiap kota yang kita datangi, ada dua peserta yang akan berangkat ke Jakarta,” sebut dia.

Read Previous

Perkenalkan Gastronomi dan Ekonomi Kreatif

Read Next

Medali Pertama untuk Kalbar Setelah 16 Tahun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *