Razia Gabungan Tangkap Tiga Warga Tiongkok di Sanggau

SANGGAU – Kabar penangkapan tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok pada Jumat (17/7) malam dibenarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau. Ketiganya berdalih sedang melakukan penelitian.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sanggau, Wendi Very Nanda membenarkan informasi tersebut. Ketiga WNA itu terjaring pada operasi gabungan antisipasi penyakit masyarakat (Pekat).

“Iya, ada tiga warga Tiongkok ikut ditangkap saat razia pekat yang kami gelar di Tayan Hilir. Total 63 orang yang diamankan di Kantor Camat Tayan,” ujarnya, Sabtu (18/7) dini hari.

Khusus bagi warga asing, pihaknya menggunakan jasa penerjemah bahasa untuk mendapatkan informasi awal tentang mereka. Informasi yang didapatkan bahwa ketiganya berdalih sedang melakukan penelitian. Namun, ketiga WNA itu tidak dapat menunjukkan paspor sebagai dokumen keimigrasian atas keberadaan mereka di Bumi Daranante.

“Informasi awal, mereka sudah tiga bulan berada di Tayan. Saat ditanya paspor, para WNA itu tidak bisa menunjukkan paspornya. Mereka juga bilang sedang penelitian dan ada obat semacam antivirus. Itu keterangan mereka sementara,” ungkapnya.

Wendi menambahkan bahwa tiga WNA itu telah melakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindaklanjut beberapa kasus seperti orang asing dan anak di bawah umur. (sgg)

error: Content is protected !!