Razia Indekos, Pamong Praja Jaring 10 Pasangan

razia indekos

DIAMANKAN: Petugas Pol PP mendata remaja yang terjaring razia di kos kemarin. 10 remaja tersebut akhirnya dipulangkan setelah didata. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Penertiban Penyakit Masyarakat di Pontianak

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Pontianak merazia 10 pasangan tidak resmi di indekos Pontianak Selatan, Rabu dini hari. Dari sepuluh pasangan, tujuh orang berasal dari luar Pontianak, yang menempuh studi di perguruan tinggi.

MIRZA, Pontianak

RAZIA indekos kami (Pol PP) lakukan pagi tadi. Ada dua titik. Pertama kosan di Gang Rawa Jalan Imam Bonjol. Di sana nihil. Kemudian ke kosan kedua di Gang Mendawai. Di sana itu petugas temukan sepuluh pasangan bukan resmi di dalam kamar,” terang Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Pontianak, Nazaruddin.

Kesepuluh pasangan tidak resmi itu ditemukan di tiga kamar kos. Dua kamar kos, ada empat pasangan dan sepasang lagi ditemukan di dalam kamar.

Karena melanggar Perda Ketertiban Umum, poinnya larangan bagi pasangan berlainan jenis belum menikah berada dalam satu kamar, maka kesepuluh orang itu langsung dibawa ke Kantor Pol PP untuk membuat laporan pertanggungjawaban.

Sebagai tindaklanjutnya, sepuluh remaja itu langsung dikenakan tindak pidana ringan. Besarannya bervariasi mulai dari Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per orang. “Setelah data kami dapatkan, mereka langsung dibawa ke Pengadilan buat menjalani sidang. Jika tak bisa bayar denda maka mereka akan dikurung,” tegasnya.

Sepuluh pasangan itu, lanjut dia, tujuh orangnya berasal dari luar Pontianak, yakni Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Tiga orang sisanya dari Pontianak. Rerata mereka adalah mahasiswa. Alasan mereka berpasang-pasangan dalam kamar karena sekampung dan tidak ada tempat menginap. Perbuatan mereka sudah melanggar aturan.

Razia dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit masyarakat. Sifatnya insidentil. Waktunya bisa dilakukan dini hari, bisa juga pagi bahkan siang hari.

Pantauan dia, dari seratus orang yang terjaring razia, paling hanya satu atau dua orang yang pernah kedapatan di razia ke dua. Rerata ditemukan karena sudah profesi. Kalau mahasiswa, pelajar sampai orang kantoran rerata jera. “Hukuman sosial dengan dibawa menggunakan mobil patroli sedikit banyak membuat pasangan luar nikah itu jera,” tandasnya. (*)

Read Previous

Edukasi Perpajakan Kaur Keuangan

Read Next

Generasi Muda Sehat Cerdas

Tinggalkan Balasan

Most Popular