Redam Penularan Covid-19, Ini Sederet Seruan Terkait Perayaan Imlek

Karolin Margret Natasa

NGABANG – Tahun Baru Imlek 2021 akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Demi meredam penularan Covid-19, pemerintah Kabupaten Landak menyerukan pembatasan perayaan.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400/050/BAG-KESRA/2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat dan pelanggaran sementara kegiatan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Desiase 19 (COVID-19) di Kabupaten Landak.

Beberapa poin penting, yakni pengurus dan pengelola Kelenteng pada Kegiatan sembahyang leluhur diminta untuk menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area Kelenteng. Selain itu, pengelola juga diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area Kelenteng,

Selanjutnya, membatasi jumlah pintu atau alur keluar dan masuk Kelenteng guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar Kelenteng. Pengurus kelenteng juga diminta untuk melakukan pengaturan jumlah pengguna Kelenteng yang berkumpul dalam waktu bersamaan.

Sementara bagi umat yang akan mengikuti kegiatan Sembahyang Leluhur di Kelenteng secara berjemaah atau kolektif diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Warga diimbau untuk menggunakan masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area Kelenteng.

Warga juga diimbau untuk menghindari adanya kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan, dan menjaga jarang selama beribadah serta menghindari berdiam lama di Kelenteng atau berkumpul di area kelenteng.

Lindungi Masyarakat Dari Risiko Tertular

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa tujuan diterbitkan surat edaran ini untuk pembatasan kegiatan masyarakat dan pelarangan sementara kegiatan perayaan tahun baru imlek 2571 tahun 2021 dalam rangka pengendalian dan pencegahan penyebaran Virus Corona Desiase 19 (COVID-19) di Kabupaten Landak.

“Surat edaran ini diterbitkan dalam rangka memberikan arahan, pedoman dan tata cara pelaksanaan perayaan tahun baru imlek pada masa Pandemi COVID-19, serta mencegah penyebaran COVID-19 dan melindungi masyarakat dari resiko ancaman dampaknya,” terang Karolin di ngabang, Minggu (7/1).

Bupati Karolin berharap kepada masyarakat terutaman masyarakat tionghoa yang akan melaksanakan Tahun Baru Imlek 2571 tahun 2021 dapat mengetahui dan mematuhi apa yang telah tertulis pada surat edaran tersebut.

“Ruang lingkup surat edaran ini berlaku bagi masyarakat yang akan merayakan Tahun Baru Imlek 2571 tahun 2021 di Kabupaten Landak pada masa Pandemi COVID-19, Saya berharap masyarakat dapat mematuhi dan melaksanakan surat edaran ini demi keselamatan Kita semua,” tegas Karolin.

Hal-hal yang belum di atur dalam surat edaran tersebut sambung Karolin dapat di atur secara khusus melalui himbauan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kabupaten Landak.

“Panduan pada surat edaran ini akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan Pandemi Corona Virus Desiase 19 (COVID-19) bersama dengan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kabupaten Landak,” tutup Karolin.(mif)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!