Webinar Bersama Kak Seto Bertajuk Jaksa Ramah Anak
Regulasi Lindungi Anak Tak Cukup Diatur Undang-undang

PONTIANAK – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi bersama jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat mengundang Seto Mulyadi untuk berbagi pengalaman terkait Lembaga Perlindungan Anak Indonesia kepada Seluruh pegawai/ jaksa di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, dan Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri se-Kalimantan Barat yang diikuti secara daring.

Dalam sambutannya, Masyhudi menyampaikan bahwa regulasi untuk melindungi anak ternyata tidak cukup hanya diatur dalam Undang  – Undang nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. “Namun hendaknya masyarakat dan orang tua menjalankan tanggung jawab dan kewajiban masing-masing untuk melindungi anak,” ujar Masyhudi, Kamis (14/10).

Masyhudi menjelaskan, kejaksaan dalam penanganan perkara Tindak Pidana Anak dengan melakukan pendekatan Restoratife Juctice yang dilaksanakan dengan cara pengalihan (Diversi), Restoratife Juctice merupakan proses penyelesaian yang dilakukan di luar Sistem Peradilan Pidana (Criminal Juctice System) dengan melibatkan korban, pelaku, keluarga korban dan masyarakat serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan batasan-batasan tertentu. “Penjatuhan berupa pidana penjara terhadap anak-anak nakal dalam prakteknya selama ini dirasa kurang cukup efektif untuk memberikan efek jera untuk mencegah terjadinya pidana,” jelasnya.

Jaksa, kata Masyhudi, menjadi sahabat anak dan mengerti hak-hak anak serta selalu melindungi anak, konsep dalam melindungi dan mendidik anak adalah dengan 5S. Sangat Sabar Sekali dan Selalu Senyum. Para Jaksa hendaknya terus berbuat untuk melindungi kepentingan anak. (mrd)

 

 

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!