Relokasi 20 Pedagang Buah Dahlia

pedagang buah
BONGKAR: Pemilik kios buah di depan Pasar Dahlia, Jalan H. Rais A. Rachman membongkar tempat berjualannya untuk berpindah ke lokasi berjualan yang baru, Senin (30/9). HARYADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Petugas Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak merelokasi 20 pedagang buah Pasar Dahlia, Senin (30/9). Relokasi yang dilakukan sebagai tindak lanjut rencana Pemerintah Pontianak dalam upaya pelebaran Jalan H Rais A Rahman.

“Relokasi 20 an pedagang buah di depan Pasar Dahlia sudah kami lakukan. Mereka kami pindahkan ke bagian kanan Pasar. Apa yang dilakukan juga sebagai persiapan pelaksanaan Festival Pasar Rakyat yang akan dilangsungkan November mendatang,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak, Haryadi kepada Pontianak Post.

Sebelum relokasi. Sebetulnya sudah jauh hari sosialisasi kepada para pedagang buah dilakukan. Dalam pertemuan tersebut, dirinya  menjelaskan maksud dan tujuan pembongkaran bangunan. Ketika pembongkaran dilakukan semuanya berjalan aman dan lancar.

Setelah bangunan pasar buah dibongkar. Maka pekerjaan selanjutnya akan ada penataan pelebaran jalan yang akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum.

Sekitar 80 persen pedagang sudah tidak lagi berjualan disitu. Sisanya tinggal mengemasi dagangan dan bersiap pindah di lokasi yang baru. Di lokasi baru nanti lanjut Haryadi penataan kembali akan dilakukan. Selain penempatan pedagang. Agar semakin tertib juga akan ditempatkan petugas parkir di sana. Koordinasinya akan dilakukan dengan Dinas Perhubungan.

Dalam upayanya meramaikan Pasar Rakyat, November nanti pihaknya juga akan melangsungkan kegiatan Festival Pasar Rakyat. Lokasinya di Pasar Dahlia.

Ke depan selain menjual sembilan bahan pokok. Penjualan sparepart bekas juga bisa dicari di sana. “Kami sudah kerjasamakan ini dengan astra. Selain itu salah satu bank swasta juga tertarik dengan tawaran program kami. Rencananya akan kami sinergikan,” ungkapnya.

Anggota DPRD Pontianak, Satarudin mengatakan, upaya Pemerintah menghidupkan Pasar Dahlia sudah dari zaman Wali Kota Sebelumnya. Di mana lantai atas Pasar dijadikan pusat jual beli permata. Namun karena musim batu tak lama, perlahan kegiatan jual beli batu di sana kembali meredup dan satu persatu pedagang bertutupan.

Kini kata dia, Pemerintah Pontianak kembali mencoba menghidupkan kembali Pasar Dahlia sebagai salah satu pasar tradisional andalan.

Berkaca dari beberapa pasar lantai dua yang ada di Pontianak. Hingga kini kondisinya justru sepi. “Jika ingin memajukan pasar tradisional Dinas Perdagangan harus konsisten. Jangan setengah-setengah. Ini saya lihat setelah dicanangkan tak ditindaklanjuti. Sama dengan Pasar Kemuning lantai dua. Kini tak ada aktivitas di sana,” tegasnya.(iza)

loading...