Remaja Dirudapaksa di Hotel

ILUSTRASI

SEORANG musisi dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berinisial DN ditangkap polisi. Pria berbadan kurus itu diduga melakukan persetubuhan terhadap anak perempuan berusia 16 tahun.

Dugaan persetubuhan tersebut terungkap bermula dari razia gabungan yang dilakukan Satuan Polisi Pamongpraja (Sat Pol PP) Kota Pontianak, Polisi, TNI dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat di beberapa hotel di Kota Pontianak, pada Selasa 23 Februari kemarin.

Dari keterangan beberapa anak-anak yang diamankan, terungkap jika ada seorang anak yang diduga telah dijual kepada pria hidung belang di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan. KPPAD Kalbar kemudian melakukan penelusuran, korban persetubuhan ditemukan dan langsung diamankan.

Pendalaman keterangan korban dilakukan. Setelah meyakini jika korban diduga telah disetebuhi, KPPAD Kalimantan Barat langsung menghubungi orangtua korban untuk kemudian kasus tersebut dilaporkan ke Mapolresta Pontianak.

Polisi bekerja cepat menyikapi laporan orangtua korban. Pengumpulan bukti-bukti terhadap dugaan persetubuhan dan penyelidikan keberadaan terduga pelaku persetubuhan terhadap anak dilakukan.

Rabu 24 Februari sekitar pukul 13.00, Pontianak Post mendapat informasi jika kepolisian melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku persetubuhan di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan.

Untuk memastikan informasi tersebut, Pontianak Post bergerak cepat menuju lokasi tempat kejadian. Namun kabar penangkapan itu nihil. Pontianak Post kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dan didapat informasi, jika tim Jatanras Polresta Pontianak sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku di Jalan Wonodadi 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Pontianak Post pun bergerak menuju alamat yang dimaksud. Dan ketika tiba di bundaran Transmart, Jalan Soekarno-Hatta, mobil polisi yang diduga berisikan pelaku melintas dari arah bandar udara Supadio menuju Mapolresta Pontianak.

Pontianak Post pun bergerak menuju Mapolresta Pontianak dan saat mobil tim Jatanras tiba, terduga pelaku persetubuhan terhadap anak telah berhasil ditangkap. Penangkapan pelaku dipimpin Kasubnit 2 Jatanras Polresta Pontianak, Ipda Zainal Abidin.

Bagaimana kronologis kasus dugaan persetubuhan yang dialami pelajar kelas dua SMP itu?

Menurut Ketua KPPAD Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak, Selasa 23 Februari sekitar pukul 05.00 pihaknya bersama Sat Pol PP Kota Pontianak, kepolisian, TNI-AD melakukan razia gabungan.

Eka menjelaskan, dalam pelaksanaan razia gabungan itu, didapat informasi jika ada lima anak perempuan bersama seorang laki-laki yang berada di salah satu hotel di Kecamatan Pontianak Kota.

“Bersama Sat Pol PP kami begerak menuju hotel yang dimaksud. Ditemukanlah lima anak perempuan dan seorang laki-laki. Mereka dibawa ke kantor Sat Pol PP untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Eka, Rabu (24/2).

Eka menerangkan, dari keterangan lima anak perempuan tersebut, didapat informasi jika ada satu perempuan berusia 19 tahun dan satu anak perempuan berusia 16 tahun yang diduga menjadi korban asusila oleh seorang pria hidung belang di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan.

Eka menerangkan, dari keterangan anak-anak yang diamankan, korban sebelumnya sedang kumpul bersama teman-temannya di salah satu hotel di Kecamatan Pontianak Kota. Kemudian ia diawa ke salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan untuk menemani pengunjung hotel yang diduga mengkonsumsi narkoba. “Dugaannya korban disetubuhi oleh pengunjung hotel,” ungkap Eka.

Orangtua korban mengatakan, sekitar Rabu dini hari sekitar pukul 01.25 ia mendapat informasi dari KPPAD Kalimantan Barat, jika anaknya terjaring razia gabungan.

“Jujur saya terkejut, masalah apa hingga anak saya terjaring razia. Setelah mendapatkan penjelasan, saya datang ke kantor KPPAD Kalbar untuk menemui anak saya,” kata orangtua korban.

Orangtua korban menuturkan, setelah mendapatkan penjelasan dan melihat kondisi anaknya, ia langsung ke Polresta Pontianak untuk membuat laporan atas dugaan persetubuhan yang dialami anaknya.

“Anak saya ini pendiam selalu di rumah. Kalaupun keluar pasti pulang. Kalau izin tidur rumah kawan, keluarga susul untuk minta penjelasan apa saja aktivitasnya,” ucapnya.

Orangtua korban mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Menurut dia, anaknya telah menjadi korban, karena telah dijual oleh seorang mucikari.

Orangtua korban, saat ini pelaku sudah ditangkap. Ia berharap hukum dapat ditegakan seadil-adilnya. Pelaku harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

“Harapan saya mucikari yang menjual anak saya juga dapat ditangkap dan diproses hukum. Mereka sudah memanfaatkan anak-anak untuk mencari uang,” pintanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rully Robinson Pulli, membenarkan, jika pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak.

Rully menjelaskan, beredasarkan laporan tersebut telah dilakukan penyelidikan. Dimana hasilnya, pada Rabu 24 Februari sekitar pukul 14.00 terhadap terduga pelaku berinisial DN telah dilakukan penangkapan.

“Pelaku ditangkap di kediamannya. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan,” kata Rully.

Rully menerangkan, terhadap pelaku masih dilakukan pemeriksaan, karena dari pengakuan sementaranya dan keterangan korban masih ditemukan perbedaan. Sehingga masih harus dilakukan pendalaman.

“Untuk korban sudah dilakukan visum. Namun hasilnya belum keluar. Tetapi dari keterangan dokter ada bekas luka diduga akibat persetubuhan,” tutur Rully.

Terkait dugaan jika korban dipaksa mengkonsumsi pil ekstasi dan menghirup sabu, Rully menyatakan, terhadap korban telah dilakukan pemeriksaan tes urine. Dimana seluruh hasilnya dinyatakan negatif. (adg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!