Reses Sambas, Aspirasi Terdampak Covid-19 Banyak Disuarakan

PONTIANAK–Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur melakukan kegiatan reses ke daerah pemilihannya Kabupaten Sambas, belum lama ini. Ada beberapa point yang diinginkan masyarakat, erat kaitannya dengan dampak pandemi  Covid-19 dan lainnya.

“Saya melakukan kegiatan reses pada 10 titik dan 10 desa berbeda di 4 kecamatan di Kabupaten Sambas,” katanya, baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya kecamatan dikunjungin diantaranya, Kecamatan Tebas, Jawai, Selakau Timur dan Selakau. Masyarakat di sana ternyata mengeluh soal infrastruktur rusak yang menjadi kendala selama ini. 

“Spesifiknya soal jalan-jalan rusak. Warga di sana tidak mau tahu, apakah jalan provinsi, kabupaten, atau negara. Pastinyah keinginan mereka jalan-jalan tersebut dalam kondisi bagus dan bisa dilewati,” ucapnya.

Jalan bagus dan mantap bagi masyarakat diartikan bahwa hasil alam dapat diangkut ke perkotaan atau ke pasar. Dengan begitu, perputaran perekonomian warga dari hasil alam, juga dapat berputar.

Selain masalah infrastruktur, warga juga meminta kepada wakil rakyatnya yakni perbaikan di bidang kesehatan. Kaitannya erat dengan sistem pelayanan. Akibat letak puskesmas, pustu dan faskes lain terlalu jauh. Diharapkan ke depan dapat dibangun lebih banyak lagi. “Dibangun lebih banyak fasilitas kesehatan di daerah terdalam,” ujarnya.

Di bidang pertanian, masyarakat menyuarakan soal pupuk subsidi selalu tersedia. Sementara bidang pendidikan di tengah pandemi Covid-19 juga ikut disuarakan.

“Lokasi soal terlalu jauh. Belum lagi akses belajar sekarang lewat daring online. Masalahnya tak semua daerah pedalaman aman menerima sinyal hape,” ucapnya.

Untuk Kabupaten Sambas memang akses dan pergerakan covid-19 terbatas. Masyarakat di sana berharap di tengah pandemi corona peningkatan penghasilan keluarga dapat dilakukan. Misalnyah dengan program padat karya. Apalagi Sambas berbeda dengan kabupaten lain.

“Rata-rata warga Sambas bekerja ke negeri tetangga, Malaysia. Namun karena covid-19, akhirnyah kembali dan bertahan di kampung halaman sendiri. Warga bertahan berharap pemerintah membantu pekerjaan lewat program padat karya,” jelasnya. bisa kerja.

Untuk Pilkada, rata-rata anggota dewan yang melakukan reses juga mensosialisasikan Pilkada Sambas tanggal 9 Desember 2020. Masyarakat di sana mengkaitkannya dengan suksesi kepemimpinan Sambas ke depan. “Kami, sambil reses juga ikut membantu KPU mensosialisasikan Pilkada Sambas,” tukas dia.(den)

error: Content is protected !!