Resesi Kalbar Lebih Parah dari Nasional

TERDAMPAK COVID: Suasana di Bandara Supadio Pontianak beberapa waktu lalu. Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian di Kalbar. Dampaknya paling terasa di sektor transportasi, baik angkutan udara, laut maupun darat. DOK

Sektor Transportasi  Anjlok 28 Persen

PONTIANAK – Setelah pada Triwulan II lebih baik dari angka nasional, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat kali ini merosot tajam. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada kuartal III terkontraksi minus 4,46 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini lebih buruk dari angka pertumbuhan ekonomi nasional yang minus 3,49 persen.

“Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan III-2020 yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 53 496,33 miliar. Sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 33 382,85 miliar,” ujar Kepala BPS Kalbar Moh Wahyu Yulianto saat konferensi pers virtual, Kamis (5/11).

Kendati ekspor Kalbar terbilang meningkat, namun Pandemi Covid-19 telah mematikan sektor lainnya. Paling terasa dampaknya adalah sektor transportasi, baik angkutan udara, laut dan darat. Data BPS menunjukkan, dari sisi produksi, kontraksi paling besar dialami oleh sektor Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan yang terkontraksi minus 28,77 persen.

Transportasi udara sepertinya menjadi yang paling terpukul. Pada bulan September2020 saja, jumlah penumpang angkutan udara yang menuju Kalbar hanya sebanyak 43.173 orang. Angka ini turun 23,46 persen dibanding Agustus 2020. Sedangkan  jumlah penumpang angkutan udara dari yang berangkat dari Kalbar pada bulan yang sama hanya  44.171 orang, turun22,71 persen dibanding Agustus2020..

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang terkontraksi paling dalam dialami oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 5,90 persen. Namun apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Kalbar mampu tumbuh sebesar 4,89 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Penyedia Akomodasi dan Makan Minum dengan pertumbuhan sebesar 46,33 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang meningkat sebesar 17,78 persen.

Secara kumulatif (c-to-c), Ekonomi Kalimantan Barat Triwulan III-2020 terkontraksi sebesar -1,74 persen. Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 21,46 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran, dialami oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga NonProfit Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar -2,17 persen.

“Struktur ekonomi Kalimantan Barat pada Triwulan III-2020 didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 20,93 persen, Industri Pengolahan 15,74 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor 13,01 persen dan Konstruksi 12,78 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran berasal dari Konsumsi Rumah Tangga 52,56 persen dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 29,41 persen,” pungkasnya. (ars)

 

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!