Risiko Tertular dalam Tahanan, 168 Warga Binaan Rutan Pontianak Bebas Bersyarat

PONTIANAK – Sejak 1 hingga 7 April, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2A Pontianak telah memberikan program asimilasi dan integrasi kepada 168 warga binaan.

Kepala Rutan Kelas 2A Pontianak, Muhamad Yani mengatakan, setelah nama-nama diajukan, maka hingga dengan Selasa 7 April, sebanyak 168 warga binaan mendapat program asimilasi dan integrasi.

Dia menjelaskan, warga binaan yang mendapat program asimilasi dan integrasi adalah mereka yang tidak terkait dengan pelanggaran atau perkara sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 99 tahun 2012.

Sehingga, lanjut dia, untuk warga binaan perkara tindak pidana korupsi, ilegal logging, narkoba dan teroris dipastikan hingga saat ini tidak ada yang mendapatkan kedua program tersebut.

“Asimilasi dalam rangka pencegahan Covid-19 tidak berlaku untuk tindak pidana korupsi,” kata Yani, Selasa (7/4).

Yani menyatakan, bahwa warga binaan yang mendapat program asimilasi adalah mereka yang sudah menjalankan setengah masa pidananya, berkelakuan baik selama enam bulan.

“Jika merujuk PP nomor 99 tahun 2012 itu, maka yang mendapat program asimilasi dan Integrasi adalah warga binaan dengan kasus biasa, seperti pencurian,” ucapnya.

Sementara untuk warga binaan yang mendapatkan program integrasi, dia menambahkan, adalah meraka yang sudah menjalankan 2/3 masa pidana, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.

“168 warga binaan ini dinyatakan bebas bersyarat. Namun mereka harus tetap melapor ke Balai Pemasyarakatan,” tuturnya.

Disinggung terkait sampai dengan kapan program asimilasi dan integrasi itu akan terus dilakukan, Yani menyatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu Intruksi dari pemerintah pusat.

Yang jelas, Yani berharap, warga binaan yang mendapatkan program asimilasi dan integrasi, dapat diterima dan kembali membaur di tengah masyarakat. Berperan aktif dan produktif dalam pembangunan.

“Harapannya tentu mereka tidak mengulangi tindak kejahatan yang pernah dilakukan,” harapnya. (adg)

loading...