Reviu Program KKBPK dan Sinkronisasi Perencanaan DAK Bidang KB 2019

BKKBN

PEMBUKAAN: Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, AL Leysandri didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana dan Mitra secara simbolis membuka acara Reviu Program KKBPK di Hotel Ibis,Selasa(27/8).

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Naisonal (BKKBN) Kalbar melakukan Reviu program KKBPK dan sinkronisasi perencanaan DAK Sub Bidang KB Provinsi 2019. Acara tersebut digelar selama tiga hari, dimulai pada 27-30 Agustus 2019, di Hotel Ibis Pontianak, dengan pesertanya ASN BKKBN Kalbar dan stakeholder.

Selama beberapa hari pelaksanaannya, menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang akan ditindaklanjuti dalam tiap program. “Reviu program KKBPK dan sinkronisasi perencanaan DAK Sub bidang KB 2019 telah selesai dilaksanakan. Ada beberapa kesimpulan didapat dalam kegiatan ini dan mesti ditindaklanjuti,” terang Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana usai menutup acara reviu program KKBPK dan sinkronisasi perencanaan DAK Sub bidang provinsi Kalbar 2019.

Kusmana mengatakan reviu merupakan ajang evaluasi. Beberapa tantangan yang akan diselesaikan telah menjadi kesepakatan bersama untuk diselesaikan. Reviu juga sebagai forum menghasilkan penurunan TFR sebagai tujuan dengan target yang harus diselesaikan.

Kegiatan ini sekaligus merevisi rencana yang telah disusun saat rakerda. Beberapa hal yang tidak bisa terselesaikan akan diganti dengan kebijakan baru. Namun tidak merubah kebijakan nasional, karena sekarang merupakan tahun akhir dari RPJMN. “Perubahan hanya merubah strategi dan taktik untuk menyelesaikan tantangan ke depan,” ungkapnya.

Tantangan yang paling urgen untuk ditindak lanjuti adalah amanat prioritas nasional. Khusus Kalbar masih fokus menyelesaikan soal kesehatan reproduksi remaja melalui kegiatan generasi berencana. Penobatan ayah dan bunda GenRe kabupaten kota juga menjadi salah satu upaya.

Kemudian soal pencapaian peserta KB MKJP. Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ada dua hal menjadi prioritas. Yaitu pendewasaan usia perkawinan dengan forum GenRe. kemudian dengan mengkampanyekan KB alat kontrasepsi MKJP. “Kalau ikut keluarga berencana dengan kontrasepsi maka peluang hamil setiap tahun akan terminimalisir,” tandasnya.

Usai reviu ini dia ingin apa yang menjadi kesimpulan dapat segera ditindaklanjuti di lapangan. Apa saja rencana-rencana program mesti segera dijalankan demi tercapainya semua target Kependudukan danKeluarga Berencana.(iza)

Read Previous

Ketua dan Pengurus Yayasan TDB Dilantik

Read Next

Jaga Kualitas, Kenali Buahnya dan Ikutkan Lomba

Tinggalkan Balasan

Most Popular