Rezeki Ramadan di Manisnya Tebu

BERKAH RAMADAN: Deni salah satu pedagang tebu yang mendapat berkah laris di bulan Ramadan. MIRZA/PONTIANAK POST

PONTIANAK-Air tebu menjadi satu diantara yang diburu saudara muslim saat berbuka puasa. Apalagi ketika cuaca panas. Minuman ini laku keras.

Deni pedagang es tebu yang mangkal di depan Gang Rawasari, Kecamatan Pontianak Kota sudah tiga kali puasa menikmati rezeki dari manisnya tebu. “Ini tahun ke empat puasa saya jual es tebu,” ujar Deni sambil mengantongi satu persatu air tebu, Rabu (14/4).

Saat puasa seperti ini, puncak penjualan biasanya mulai dari Jam 4 sore hingga jelang buka puasa nanti. Agar ia tak kelimpungan melayani pengunjung. Air tebu sudah mulai ia kantongi sejak awal.

Tujuannya buat mengantisipasi antrean pembeli. Apalagi ini tengah covid. Pemerintah meminta pedagang buat menjalankan protap kesehatan. Sebisa mungkin kerumunan ia tekan. Caranya dengan tidak membuat pembeli menunggu terlalu lama.

Di bulan puasa penjualan air tebu meningkat apabila cuaca tengah panas. Namun jika cuaca seperti ini (usai hujan) kadang agak menurun. Tetapi berapapun rejekinya sudah dipatok di atas. “Kita usaha saja,” ungkap Satpam tetap disalah satu universitas besar di Kota Pontianak itu.

Untuk harga, ia banderol air tebu Rp 5 ribu sekantong tanpa es. Namun air tebu dengan es ia banderol Rp 3 ribu saja. “Memang kalau puasa, kebanyakan pembeli tak mau menggunakan es batu,” katanya.

Saat ini tebu agak sulit. Harganya mulai dari Rp 2500-Rp 3000 sekilo. Ini yang membuat untung jual air tebu kian tipis. Namun Deni tak persoalkan itu. Sebab berkah jualan tebu di bulan puasa, sangat terasa. “Kemarin di hari pertama bisa habis 40 an kilo tebu. Mudah-mudahan sampai akhir puasa penjualan selalu bagus,” ujarnya.

Dengan begitu hasil untung dari jualan tebu, bisa menambah buat belanja kebutuhan lebaran. Pertama pasti untuk baju lebaran ke tiga anak-anaknya. Sisanya bisa diberikan ke orang tua buat mereka berlebaran. (iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!