Ribuan Uang Elektronik Terjual

Kegiatan BNI Nongki Bareng Millineal Komunitas Blogger, Vlogger, Selebgram Pontianak dan Media, digelar Senin (2/9) malam. SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Ribuan kartu uang elektronik laku terjual pada hari pertama pemberlakuan transaksi non tunai di SPBU Kota Pontianak pada Minggu 1 September 2019 yang lalu. Bank BNI misalnya, mencatatkan penjualan lebih dari dua ribu kartu TapCash (produk uang elektronik BNI) di hari tersebut. Katersedian kartu pun akan terus ditambah sesuai kebutuhan masyarakat.

“Waktu itu, satu hari terjual sekitar dua ribuan kartu. Kami berupaya agar kebutuhan masyarakat akan kartu uang elektronik tercukupi,” ungkap Head Of Network and Service BNI Kanwil Banjarmasin, Kartiko S Wijayanto di Pontianak, saat kegiatan Nongki Bareng Millineal yang digelar BNI Pontianak, Senin (2/9) malam.

Pihaknya berjanji akan menyediakan kartu uang elektronik sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Pontianak, terkhusus dalam penggunaannya pada transaksi BBM secara non tunai di SPBU di kota ini. Tentu saja, untuk menyukseskan program non tunai tersebut, menurutnya tidak terlepas dari dukungan perbankan lainnya. Kebijakan transaksi non tunai di SPBU Kota Pontianak, yang merupakan bagian dari program ‘Pontianak Go Cashless’ ini, dijelaskannya, merupakan program sinergi antara Pemerintah Kota Pontianak, Bank Indonesia, Pertamina, serta sejumlah perbankan lainnya. Program ini dilakukan secara bertahap.

“Perbankan, tidak hanya BNI tentunya, mendukung dari sisi ketersediaan sarana, seperti kartu serta mesin EDC,” kata dia.

Saat ini, dari total 22 SPBU di Kota Pontianak dan sekitarnya yang telah memberlakukan non tunai, seluruhnya telah dilengkapi dengan mesin EDC dari berbagai bank. BNI Pontianak, dikatakan Kartiko, mesin EDC yang telah tersedia terdapat di 13 SPBU. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan bank pelat merah tersebut akan menambah jumlah mesin EDC, sehingga terdapat di seluruh SPBU di Kota Pontianak.

“Tentu saja transaksi non tunai ini harus terus didukung, tidak hanya di Pontianak. Kota Pontianak ini akan menjadi percontohan,” kata dia.

Seperti diketahui, transaksi non tunai di SPBU Kota Pontainak akan dilalukan secara bertahap. Pada tahap I Bulan September 2019 akan diberlakukan tiap hari Minggu, tahap ll Bulan Oktober 2019 diberlakukan tiap hari Selasa dan Minggu, tahap III Bulan Oktober 2019, diberlakukan tiap hari Selasa, Kamis dan Minggu, serta di tahap IV Bulan Desember 2019 diberlakukan setiap hari. Pada hari pertama pemberlakuan aturan tersebut, diakui Kartiko memang ada keberatan dari masyarakat. Hal itu menurutnya dapat dimaklumi, karena masyarakat belum terbiasa.

“Hal ini pasti membutuhkan penyesuaian. Seiring dengan berjalannya waktu, tentu masyarkat akan menyadari pentingnya transasksi non tunai ini. Kami tentu ingin transaksi non tunai menjadi budaya,” tutur dia. Dia menambahkan, dengan pemberlakuan aturan ini, akan meningkatakan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. (sti)